Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Songsong Porprov 2022, KONI Cairkan 60 Persen Anggaran Cabor

Songsong Porprov 2022, KONI Cairkan 60 Persen Anggaran Cabor

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2022 akan dilaksanakan pada 25 Juni hingga 3 Juli 2022 di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo. Untuk menyambut even tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo telah melakukan persiapan sedini mungkin agar mampu mendongkrak prestasi atlit.

Sebagai strategi menuju Porprov 2022 tersebut, KONI telah mencairkan anggaran kepada seluruh cabang olahraga (cabor) sebesar 60 persen dengan harapan cabor bisa segera melakukan identifikasi untuk persiapan atlit. Termasuk cabor yang mengikuti pra kualifikasi Porprov meliputi bola voli, catur, pencak silat, sepakbola dan basket.

Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nufindarko menyampaikan ada 12 cabor yang paling berpotensi untuk bisa meraih medali emas diantaranya anggar, muathai, tinju, atletik, senam, wushu, taekwondo, tarung drajat, kick boxing, bulutangkis, paralayang dan binaraga.

“Sebagai bentuk apresiasi KONI kepada para atlit, peraih medali Porprov 2022 akan diberikan reward sebesar Rp 20 juta bagi peraih medali emas, Rp 10 juta untuk peraih medali perak dan Rp 5 juta untuk peraih medali perunggu,” ungkapnya.

Para atlit juga akan mendapatkan bonus berupa beasiswa per bulan Rp 500 ribu untuk emas, Rp 350 ribu untuk perak dan Rp 300 ribu untuk perunggu. “Beasiswa ini diberikan selama dia berkarir dan berpestasi di cabor karena kami mempunyai kepentingan untuk membina menjadi atlit nasional yang akan berlaga di PON,” tambahnya.

Selain itu jelas Sugeng, atlit dan official yang melakukan persiapan Porprov 2022 akan diasuransikan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jadi selama April hingga Juli 2022 akan diikutkan BPJS Ketenagakerjaan melalui anggaran KONI Kabupaten Probolinggo.

“Kita hanya meminta kepada atlit, termasuk orang tua agar anak-anak ini bisa fokus untuk berlatih. Maka butuh kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar waktu latihan diberikan dispensasi dalam rangka mempersiapkan Porprov. Kesulitan KONI, kita tidak mempunyai anggaran Traning Center yang menjadi kebutuhan penting dalam persiapan Porprov 2022,” tegasnya.

Sugeng mengharapkan nantinya ada solusi dari Pemerintah Daerah maupun BUMD/BUMN untuk memberikan support agar bisa berbuat maksimal untuk hal tersebut. “Saat ini posisi Kabupaten Probolinggo berada di posisi 29 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Harapannya dalam Porprov 2022 ini posisi Kabupaten Probolinggo bisa berada di papan tengah atau diatas 20 besar,” terangnya.

Sementara Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Chalid Abubakar menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Porprov 2022, KONI akan memberikan kebebasan kepada cabor agar lebih mendekati venue pertandingan. Kecuali di dalam kota, cabornya bisa dijadikan satu. “Tapi kalau paralayang nanti cabor bisa mendekatkan kepada venue pertandingan,” ujarnya.

Dari 31 cabor binaan KONI Kabupaten Probolinggo terang Chalid, pihaknya akan menurunkan atlit pada 25 cabor. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan cabor-cabor lain akan diikutsertakan walaupun hanya satu orang atlit. Saat ini masih dalam proses pendaftaran secara online melalui masing-masing cabor.

“Pertimbangan ikut dan tidaknya cabor ini dilakukan berdasarkan potensi dan prestasi selama lima tahun ke belakang. Artinya cabor yang tidak mempunyai prestasi dan potensi tidak akan dikirimkan, disamping kesiapan secara fisik dan mental,” jelasnya.

Menurut Chalid, untuk tahapan ploting tidak semua atlit yang disodorkan cabor akan disetujui. Semua akan mengikuti seleksi dan disarankan untuk mengikuti kejuaraan daerah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi bagaimana dengan anggaran yang minim tetapi mampu mengangkat prestadi atlit.

“Untuk latihannya sudah digenjot oleh masing-masing cabor. Oleh karena itu KONI meminta agar selama 3 bulan ke depan betul-betul konsentrasi dan fokus kepada Porprov 2022. Untuk yang lain bisa dilakukan setelah Porprov,” terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengaku sebagai persiapan Porprov 2022 semua cabor sudah menyiapkan atlitnya dengan sebaik mungkin.

“Saya pantau teman-teman cabor ini sudah melakukan persiapan dengan baik dan kita akan mendukung program-program tersebut. Paling tidak hasil akhirnya bertahan, syukur-syukur bisa melampaui prestasi tahun kemarin,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, untuk memajukan olahraga di Kabupaten Probolinggo tidak bisa sendiri dan harus dilakukan secara bersama-sama. Bukan hanya Pemerintah Daerah saja, tetapi juga pihak swasta harus bahu membahu dan saling mendukung. “Yang terpenting bagaimana semangat dari para atlit untuk bisa meraih prestasi demi Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)