Thursday, July 29, 2021
Depan > Kesehatan > Pemkab Gelar Investigasi Kontak dan Penemuan Penderita Baru Zoonosis

Pemkab Gelar Investigasi Kontak dan Penemuan Penderita Baru Zoonosis

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan investigasi kontak dan penemuan penderita baru zoonosis bagi warga di Desa Wringin Anom Kecamatan Tongas, Jum’at (22/11/2019) malam.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan metode sosialisasi terkait penyakit fillariasis dan skrining kepada warga sekitar tempat tinggal penderita di Desa Wringin Anom Kecamatan Tongas.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Dewi Veronica mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus fillariasis di Kabupaten Probolinggo. Sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan penularan, gambaran klinis, manajemen kasus dan pencegahan fillariasis. “Serta skrining untuk menemukan kasus filariasis,” katanya.

Menurut Dewi, salah satu penyakit yang ditularkan melalui perantara hewan zoonosis adalah filariasis. Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria, ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan menetap, stigma sosial dan hambatan psikologis. Dampak lain dari penyakit ini adalah menurunkan kualitas SDM dan menimbulkan kerugian ekonomi.

“Penyakit fillariasis di Kabupaten Probolinggo sendiri pada tahun 2018 dilaporkan 9 orang positif fillariasis dari 10 orang yang dilaporkan suspek fillariasis. Di tahun 2019 data fillariasis untuk Kabupaten Probolinggo yang masuk sampai awal bulan Nopember ditemukan 3 pasien positif. Tersebar di Kecamatan Gending sebanyak 1 orang dan Kecamatan Tongas sebanyak 2 orang,” jelasnya.

Tingginya kasus zoonosis dan angka kematian yang semakin meningkat di Provinsi Jawa Timur disebabkan oleh pencegahan terjadinya penularan penyakit zoonosis ke manusia belum optimal serta belum semua petugas kesehatan memahami tata laksana kasus penyakit dan diagnosis penyakit yang disebabkan zoonosis.

“Selain itu, kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masyarakat sehingga ada kejadian penyakit akibat zoononosis, dukungan dari pengambil kebijakan yang belum memprioritaskan program P2 zoonosis serta belum adanya pengadaan reagensia RDT (Rapid Diagnosa Test) untuk mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh zoonosis di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal