Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Pelatihan Entomologi Malaria Bagi Petugas Puskesmas

Dinkes Berikan Pelatihan Entomologi Malaria Bagi Petugas Puskesmas

Reporter : Syamsul Akbar
MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan entomologi malaria bagi petugas puskesmas di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Senin hingga Selasa (10-18/4/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang petugas entomologi malaria puskesmas yang masih belum mengikuti pelatihan entomologi. Target outcomenya adalah petugas terlatih dan kompeten dalam entomologi malaria.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan malaria merupakan salah satu penyakit tular vektor yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp.

“Ditularkan oleh vektor nyamuk Anopheles dapat menyerang semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dan pada semua golongan umur, baik bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2021 masih ditemukan kasus malaria import terutama pada orang Probolinggo yang pulang dari bekerja di daerah endemis malaria,” katanya.

Menurut Shodiq, meski Kabupaten Probolinggo sudah dinyatakan sebagai daerah bebas malaria namun untuk tetap mempertahankan pernyataan tersebut salah satunya tetap berupaya melaksanakan pengendalian malaria dengan pengendalian vektor yang dilakukan secara komprehensif meliputi upaya pengenalan bio-ekologi vektor, perilaku vektor, status resistensi vektor, efikasi insektisida dan kegiatan pengendalian vektor.

“Untuk dapat mengendalikan vektor secara komprehensif sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 50 tahun 2017, dibutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih di bidang pengendalian vektor,” jelasnya.

Shodiq menerangkan setelah mengikuti pelatihan ini, petugas puskesmas mampu melakukan kegiatan entomologi malaria di masing-masing puskesmas sesuai kompetensinya.

“Dengan pelatihan ini, petugas puskesmas akan mampu menjelaskan bionomik nyamuk Anopheles sp, melakukan identifikasi nyamuk Anopheles sp, melakukan survei vektor malaria, melakukan pemetaan vektor malaria, melakukan pengendalian vektor malaria serta melakukan pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi,” pungkasnya. (wan)