Saturday, April 13, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Sosialisasi Transaksi Aman Perbankan dan Permodalan Usaha Alternatif Bagi K-UMKM

Pemkab Berikan Sosialisasi Transaksi Aman Perbankan dan Permodalan Usaha Alternatif Bagi K-UMKM

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) memberikan sosialisasi transaksi aman perbankan dan permodalan usaha alternatif bagi K-UMKM Kabupaten Probolinggo bersama Bank Indonesia (BI), OJK Malang, Bank Jatim Cabang Kraksaan dan BPR Jatim di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (20/2/2024).

Kegiatan yang diikuti oleh 120 orang terdiri dari koperasi dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arif Lukman Hakim, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami serta narasumber dari Bank Indonesia Malang, OJK Malang, Bank Jatim Cabang Kraksaan dan Bank BPR UMKM Cabang Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi sosialisasi transaksi jual beli online mudah, aman, terpercaya dan nyaman dengan menggunakan aplikasi perbankan (Qris, OVO, Gopay, Dana dan lain-lain) yang mendukung bisnis UMKM dari Bank Indonesia Malang dan sosialisasi waspada pinjaman online (pinjol) illegal dan solusi aman bertransaksi dan kemudahan permodalan usaha melalui perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang.

Selanjutnya, sosialisasi transaksi jual beli online mudah, aman, terpercaya dan nyaman dengan menggunakan aplikasi perbankan (Qris, Mobile Banking/SMS Banking) JConnect By Bank Jatim yang mendukung bisnis UMKM dan mengenal lebih dekat permodalan usaha program pemerintah yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan New Dana Bergulir (Dagulir) dari Bank Jatim Cabang Kraksaan serta sosialisasi semangat akses permodalan usaha untuk UMKM pemula/rintisan melalui Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dari Bank BPR UMKM Cabang Probolinggo.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyampaikan K-UMKM Kabupaten Probolinggo adalah K-UMKM yang mendapatkan pondasi dan penguatan tentang bagaimana bertransaksi jual beli secara aman dan nyaman dengan menggunakan aplikasi perbankan untuk mendukung dan memperkuat pemasaran dan transaksi jual beli secara online dan terhindar dari modus-modus penipuan digital yang marak akhir-akhir ini.

“K-UMKM Kabupaten Probolinggo mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) illegal dan memahami aturan hukum supaya tidak terjerat pinjaman online (pinjol) illegal,” ungkapnya.

Taufik menerangkan kegiatan ini bertujuan agar K-UMKM Kabupaten Probolinggo mendapatkan sosialisasi tentang permodalan alternatif program dari pemerintah untuk K-UMKM sebagai solusi dari permasalahan permodalan usaha untuk menghindarkan diri dari jebakan rentenir maupun jeratan pinjaman online illegal.

“K-UMKM Kabupaten Probolinggo mendapatkan informasi dan sosialisasi mengenai program pemerintah yang mendukung penguatan ekonomi dan kemudahan akses permodalan bagi K-UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), New Dagulir (Program Pemerintah Provinsi Jawa Timur) dan Prokesra (Program Kredit Sejahtera) yang memiliki subsidi dan aneka kemudahan untuk membantu K-UMKM dalam masalah permodalan usaha,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arif Lukman Hakim mengungkapkan di tahun 2023 perekonomian di Jawa Timur berada di angka 4,95%. Jika dibandingkan dengan provinsi lain, posisinya berada di rangking 2 se-Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan Provinsi Jawa Timur menjadi penghubung perdagangan barang dan jasa ke Indonesia timur.

“Tingginya kontribusi Jawa Timur dalam pertumbuhan ekonomi Jawa dan nasional itu disumbang oleh separuh lebih dari skala usaha mikro, kecil dan menengah dan koperasi. Kontribusinya sebesar 58,36% terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ungkapnya.

Menurut Arif, jumlah UMKM berdasarkan pendataan dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2022 sebanyak 1,2 juta unit usaha. Artinya jumlah ini sangat banyak, belum lagi jumlah koperasi sebanyak 22.039 unit usaha koperasi di Jawa Timur. Dari jumlah koperasi tersebut, 73% diantaranya adalah koperasi simpan pinjam.

“Sebagai upaya pemberdayaan K-UMKM di Jawa Timur, kita melakukan 5 program meliputi penataan kelembagaan, peningkatan SDM, peningkatan kualitas produksi dan restrukturisasi usaha, fasilitasi pemasaran dan permodalan,” tambahnya.

Sedangkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan pesatnya kemajuan digitalisasi atau semua kegiatan yang berbasis pada penggunaan internet, aplikasi atau media digital, saat ini telah sampai di tengah-tengah K-UMKM.

“Digitalisasi dapat membantu dan memperkuat pertumbuhan UMKM dengan tantangan terhadap perubahan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat. Terdapat beberapa kendala yang dialami oleh K-UMKM, salah satunya berkaitan dengan akses permodalan yang aman,” katanya.

Hasyim menjelaskan kurangnya akses ke keuangan merupakan hambatan utama bagi digitalisasi K-UMKM di negara berkembang. Data tersebut menunjukkan sekitar 60% UMKM di negara berkembang kekurangan kredit formal, sehingga sulit bagi mereka untuk berinvestasi dalam teknologi digital.

“Menurut survei Bank Indonesia terbaru pada MSME Empowerment Report 2022, sebanyak 69,5% UMKM belum menerima pinjaman. Tantangan ini bersumber dari rendahnya literasi keuangan peminjam atau UMKM,” jelasnya.

Lebih lanjut Hasyim menerangkan berdasarkan data Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo, di tahun 2022 ada 20 UMKM yang mendapatkan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan di tahun 2023 ada sebanyak 30 UMKM yang mendapatkan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Untuk jangka panjang, kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun ekosistem K-UMKM yang mampu mendorong komunikasi antara pemerintah, K-UMKM dan stakeholder dari perbankan dalam membangun sinergi yang selaras dan saling mendukung untuk aktif dan kreatif berinovasi, mandiri, kuat, tangguh dan memiliki ketahanan secara ekonomi untuk mendukung perekonomian Kabupaten Probolinggo maupun nasional,” pungkasnya. (wan)