Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Edukasi Penanganan PMK Kepada Peternak Sapi

Pemkab Berikan Edukasi Penanganan PMK Kepada Peternak Sapi

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) memberikan edukasi tentang penanganan PMK kepada peternak sapi di Balai Desa Suko Kecamatan Maron, Kamis (7/7/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Plt Kepala Diperta abupaten Probolinggo Maryoto, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto, Camat Maron Mudjito dan Forkopimka Maron serta Kepala Desa Suko Ahmad Esfandi.

Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan sejak awal kemunculan PMK Pemerintah Daerah sudah merespon bagaimana PMK ini bisa segera diatasi. Namun karena menyangkut virus dan obatnya harus beli di Prancis, maka prosesnya lama.

“Semua harus memakai aturan. Tetapi dari awal Pemerintah Daerah sudah melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi PMK di Kabupaten Probolinggo. Paling tidak penyebarannya tidak bertambah luas,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, kebiasaan peternak saat ini sudah berubah dibandingkan dengan dahulu. Karena dahulu biasanya peternak itu selalu menjemur ternaknya dan dimandikan. Namun kebiasaan itu sudah mulai luntur karena tergilas oleh modernisasi.

“Sebenarnya obat tradisional yang dahulu biasa dipakai peternak itu bisa dipakai untuk menangani PMK. Artinya, masyarakat harus mempunyai keyakinan bahwa PMK ini bisa disembuhkan,” terangnya.

Plt Bupati Timbul meminta masyarakat agar tidak mudah percaya berita-berita tidak benar terkait PMK. Masyarakat harus bisa meredam berita-berita tersebut dengan menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan PMK yang benar.

“Persoalan PMK ini bukan hanya dialami oleh pedagang sapi saja, tetapi menyangkut banyak hal. Seperti penjual makanan yang berbahan daging sapi dan lain sebagainya ikut terdampak PMK. Omset pedagang sapi menurun drastis karena masyarakat takut untuk mengkonsumsi daging. Kalau ini dibiarkan maka akan melumpuhkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul mengharapkan supaya masyarakat turut memberikan edukasi kepada yang lain terkait PMK. Terutama langkah apa yang harus dilakukan jika sapinya terpapar PMK dan proses penyembuhannya.

“Jika sapinya terpapar PMK, segera hubungi dokter hewan dan petugas peternakan yang ada. Saya harapkan petugas bisa memberikan pelayanan dengan baik sesuai dengan tugasnya. Berikan obat sesuai dengan peruntukannya karena semua sudah ada anggarannya,” tegasnya.

Namun demikian Plt Bupati Timbul meminta kepada masyarakat bisa memaklumi jika petugas datangnya telat. Sebab petugas ini juga manusia yang butuh istirahat mungkin karena capek habis memberikan pelayanan di desa lain.

“Petugas peternakan yang ada di Kecamatan Maron ini jumlahnya sebanyak 3 orang. Mereka harus melayani sekian ratus sapi yang ada di wilayah Kecamatan Maron. Harap dimaklumi apabila petugas datangnya telat. Semoga petugas peternakan ini sehat karena masyarakat butuh bantuannya,” ujarnya.

Plt Bupati Timbul menambahkan agar masyarakat bisa memberikan pengertian kepada masyarakat yang sehingga bisa menyelesaikan permasalahan PMK di Kabupaten Probolinggo.

“Jangan pernah percaya kepada berita-berita yang tidak benar. Tidak perlu takut untuk makan daging. Asalkan dimasak dengan benar daging aman untuk dikonsumsi. Jika membeli daging jangan dicuci dulu tetapi langsung dimasak dalam air mendidih selama 30 menit,” pungkasnya. (wan)