KREJENGAN – Penguatan layanan anak usia dini tidak cukup dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara guru PAUD, Kader Posyandu dan Kader PKK hingga tingkat desa menjadi bagian penting untuk memastikan anak usia 0–6 tahun memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan secara terpadu.
Upaya tersebut diperkuat melalui bimbingan teknis (bimtek) guru PAUD, Kader Posyandu dan Kader PKK Desa se-Kecamatan Krejengan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo pada Jum’at (25/9/2026) di Pendopo Kecamatan Krejengan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta.
Bimtek dibuka Camat Krejengan Andi Wiroso dan dilanjutkan pengarahan Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kecamatan Krejengan Eni Andi Wiroso. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Krejengan, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Krejengan, Penilik PAUD serta Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo selaku PIC teknis kegiatan.
Kolaborasi menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Guru PAUD berperan dalam layanan pendidikan dan pemantauan perkembangan anak. Kader Posyandu mendukung pemantauan tumbuh kembang, kesehatan dan gizi, sedangkan Kader PKK berperan sebagai penggerak sekaligus pendamping keluarga melalui edukasi, sosialisasi dan pembinaan.

Caat Krejengan Andi Wiroso menyampaikan ucapan terima kasih kepada Disdikdaya Kabupaten Probolinggo yang telah memfasilitasi bimtek guru PAUD, kader posyandu dan kader PKK di lokus stunting Kecamatan Krejengan. “Mohon dukungan dan kerjasamanya dari semua pihak agar program ini bisa berjalan dengan baik dalam rangka pencegahan stunting di Kecamatan Krejengan,” ujarnya.
Sementara Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kecamatan Krejengan Eni Andi Wiroso mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) serta pencegahan stunting.
“Mari terus kita jaga semangat, kekompakan dan kolaborasi untuk menyukseskan program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dan pencegahan stunting di Kecamatan Krejengan. Bersama kita wujudkan ‘Probolinggo SAE, Krejengan Melesat Hebat,” katanya.
Menurutnya, kerja bersama di lapangan diperlukan agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak dapat lebih cepat dikenali dan ditindaklanjuti. “Kolaborasi juga memungkinkan setiap unsur menjalankan perannya secara saling melengkapi,” lanjutnya.

Salah satu yang ditekankan dalam bimtek adalah pemanfaatan data anak usia 0–6 tahun yang diperoleh melalui Posyandu. “Data tersebut dapat menjadi dasar bagi Guru PAUD dan Kader PKK dalam melakukan pendampingan, terutama terhadap anak yang belum mendapatkan layanan PAUD maupun keluarga yang membutuhkan perhatian lebih,” tambahnya.
Sedangkan Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo menegaskan penguatan PAUD HI dan pencegahan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor yang diterapkan hingga tingkat desa.
“Penguatan PAUD Holistik Integratif dan pencegahan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor yang diterapkan hingga tingkat desa. Kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB dan TP-PKK Kabupaten Probolinggo perlu terus diperkuat melalui kerja nyata para pelaksana di lapangan,” ujarnya.
Menurut Massajo, sinergi tersebut diperlukan agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan hasil pelaksanaannya dapat lebih terukur. Pola kerja yang terintegrasi juga membantu memastikan kebutuhan anak dan keluarga dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

“Melalui bimtek ini pola kerja yang sederhana dan konsisten diharapkan dapat terbentuk, mulai dari mengenali data anak, memetakan kebutuhan, melakukan pendampingan keluarga hingga memberikan layanan secara bersama,” harapnya.
Kolaborasi guru PAUD, Kader Posyandu dan Kader PKK diharapkan menjadi kekuatan di tingkat desa untuk mendukung terwujudnya anak usia dini yang sehat, tumbuh optimal serta memperoleh layanan pendidikan berkualitas.
Upaya tersebut sekaligus mendukung harapan agar kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan satu tahun prasekolah dapat diwujudkan secara optimal di Kecamatan Krejengan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
