PAITON – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi pendataan sasaran anak usia dini prasekolah dalam strategi percepatan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah di Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang diikuti Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Ketua PP PAUD Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili, Camat Paiton Abdul Bari, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn serta Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo dan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo Tentang Dukungan Implementasi Wajib Belajar 1 (Satu) Tahun Prasekolah di Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili menegaskan pentingnya pendataan sasaran anak usia dini yang akurat sebagai fondasi dalam menyukseskan percepatan program wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah. “Data yang valid menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program hingga pengalokasian anggaran pendidikan,” ujarnya.
Yunita mengatakan, kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, tenaga pendidik dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Probolinggo.
“Pendataan sasaran anak usia dini yang akurat merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah. Data yang valid akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, pengalokasian anggaran, sekaligus memperluas akses layanan pendidikan prasekolah yang berkualitas bagi seluruh anak di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar proses pendataan dapat dilakukan secara valid, mutakhir dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemerintah memiliki basis data yang kuat dalam merumuskan program pendidikan yang tepat sasaran.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama mengenai pentingnya pendataan sasaran anak usia dini. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, satuan PAUD, organisasi masyarakat dan instansi terkait, akses serta mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkat,” tambahnya.
Sementara Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengajak seluruh orang tua memastikan anak mengikuti pendidikan di TK atau satuan PAUD selama satu tahun sebelum memasuki jenjang SD. Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan bersosialisasi serta kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesiapan belajar sebelum memasuki pendidikan dasar. Kami terus menyosialisasikan agar anak-anak di Kabupaten Probolinggo mengikuti pendidikan TK selama satu tahun sebelum masuk SD,” katanya.

Ning Marisa menegaskan pendidikan PAUD dan TK tidak boleh dipandang sebagai beban biaya ataupun sekadar formalitas. Justru pada jenjang tersebut anak memperoleh pengalaman belajar sesuai usia sekaligus membangun kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya.
“Kami ingin masyarakat, khususnya para orang tua, semakin sadar akan pentingnya pendidikan anak. Jangan menganggap sekolah PAUD atau TK hanya membuang waktu dan biaya, karena justru di sanalah anak mendapatkan pelajaran dan edukasi yang sesuai dengan usianya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai pada anak. Aktivitas belajar dan bermain bersama teman sebaya harus lebih diutamakan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

“Anak-anak membutuhkan pendidikan dan tempat bermain bersama teman-teman seusianya agar tidak selalu bermain handphone. Penggunaan handphone yang berlebihan bisa menjadi racun bagi perkembangan anak jika tidak diawasi dengan baik,” tambahnya.
Sedangkan Ketua PP PAUD Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto mengajak seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Program tersebut diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan agar semakin banyak anak memperoleh pendidikan usia dini yang berkualitas.
“Kami berharap program agar anak-anak bersekolah di TK sebelum masuk SD benar-benar dapat didukung oleh seluruh Bunda PAUD di kecamatan. Dari tingkat kabupaten, kami siap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang tujuannya untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Probolinggo, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.

Rita menambahkan, kolaborasi antara PP PAUD Kabupaten, Bunda PAUD kecamatan serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
