Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Heru Gundul Jajal Slackline di Rondoningo, Potensi Wisata Petualangan Probolinggo Makin Terlihat

Heru Gundul Jajal Slackline di Rondoningo, Potensi Wisata Petualangan Probolinggo Makin Terlihat

KRAKSAAN – Kabupaten Probolinggo kembali menunjukkan sisi lain potensi wisatanya. Kali ini, perhatian datang dari dunia petualangan ketika .Heru Gundul, sosok yang dikenal luas melalui tayangan Jejak Petualang Trans7, menjajal wahana slackline di kawasan Wisata Rondoningo (Roning) Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Jum’at (25/9/2026).

Bukan sekadar berjalan di atas tali, slackline menjadi bagian dari pengalaman petualangan yang ditawarkan Jackoudoor, pengelola aktivitas outdoor yang digagas Jacky Wicaksono bersama keluarga. Wahana tersebut disebut menjadi salah satu dari sedikit fasilitas slackline yang tersedia di Indonesia.

Kehadiran Heru Gundul bermula dari ketertarikannya terhadap aktivitas outdoor yang dikembangkan keluarga Jacky. Konten kegiatan seperti canyoning, ropeswing, zipline, panjat tebing hingga rock climbing sebelumnya diperkenalkan melalui media sosial, salah satunya akun Instagram putra mereka Zidan Alkafa.

Dari situlah ketertarikan terhadap aktivitas petualangan di Kabupaten Probolinggo semakin berkembang. Setibanya di Rondoningo, Heru Gundul tidak hanya penasaran mencoba slackline. Ia juga ingin mengetahui lebih jauh perlengkapan yang digunakan, bagaimana sistem pengamanannya hingga seperti apa pengalaman melakukan aktivitas tersebut di tengah alam.

Ia kemudian mencoba berjalan di atas tali, menyusuri aliran Sungai Rondoningo, sekaligus mengikuti aktivitas survival sederhana ketika kondisi air sedang surut.

Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah ketika Heru bersama tim mencari tiram dan kulang di sekitar sungai untuk kemudian dinikmati langsung sebagai bagian dari pengalaman bertahan hidup di alam.

Jacky Wicaksono atau yang akrab disapa Jack mengatakan ketertarikan terhadap Rondoningo berawal dari melihat besarnya potensi kawasan tersebut sebagai lokasi wisata petualangan.

Menurutnya, karakter sungai, akses lokasi dan lingkungan sekitar menjadi modal yang menarik untuk dikembangkan menjadi destinasi aktivitas luar ruang.

Heru Gundul melakukan wawancara dengan peserta slack line. (Foto : Ist)

“Awalnya kami melihat sungai Rondoningo ini memiliki potensi wisata yang besar. Lokasinya berada di pinggir jalan sehingga aksesnya sangat mudah. Dari situ kami tertarik untuk bekerja sama dan mengembangkan tempat ini menjadi daya tarik wisata yang bisa mendatangkan wisatawan dari luar daerah,” ujarnya.

Menurut Jack, kehadiran Heru Gundul menjadi pengalaman tersendiri karena sosok tersebut memiliki latar belakang yang sangat dekat dengan dunia petualangan dan alam bebas. “Siapa yang tidak kenal Heru Gundul. Beliau orangnya asyik dan memang basic-nya petualang. Jadi ketika bertemu dengan kami yang sama-sama bergelut di dunia outdoor, pembicaraannya sangat nyambung,” katanya.

Namun, dari seluruh pengalaman tersebut, ada satu momen yang paling membekas bagi Jack, yakni ketika mereka menikmati hasil sungai secara langsung di alam. “Yang paling terkesan ketika kami makan tiram segar langsung di alam. Hal sederhana seperti itu justru menjadi pengalaman yang berbeda,” ungkapnya.

Jack melihat pengembangan Rondoningo tidak hanya berpotensi menghadirkan aktivitas wisata baru. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut juga dapat membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk ikut mendapatkan manfaat ekonomi.

Ia berharap semakin banyak wisatawan lokal maupun luar daerah mengenal Rondoningo. Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat Probolinggo yang belum mengetahui keberadaan dan potensi kawasan tersebut. “Selama ini yang datang justru banyak wisatawan dari luar daerah. Kami berharap ke depan wisatawan lokal juga semakin mengenal Rondoningo,” ujarnya.

Ia juga membayangkan Rondoningo dapat berkembang sebagai kawasan wisata berbasis water sport dan aktivitas outdoor, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi UMKM masyarakat sekitar.

“Harapannya semakin banyak UMKM yang bisa berkembang dan produk masyarakat bisa dijual di sini. Jadi wisata bukan hanya soal tempatnya ramai, tetapi juga bagaimana dampaknya bisa mengangkat perekonomian lokal,” tambahnya.

Menariknya, aktivitas outdoor yang dilakukan Jack tidak hanya melibatkan tamu wisata. Ia dan istrinya Andriana Sudarwati, juga kerap mengajak anak-anak mereka terlibat dalam aktivitas di alam.

Heru Gundul mencoba melakukan olahraga Slackline di wisata Sungai Rondoningo Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan. (Foto : Ist)

Anak pertama mereka Azriel, bahkan mulai terbiasa membantu menangani tamu dalam berbagai aktivitas outdoor. Kebiasaan tersebut kemudian turut menular kepada sang adik Zidan, yang aktif mengenalkan kegiatan keluarga melalui media sosial.

Bagi Andriana, membawa anak ke alam bukan semata-mata untuk memperkenalkan aktivitas petualangan. Lebih dari itu, alam menjadi bagian dari cara keluarga mereka membangun karakter dan kedekatan dengan anak.

“Saya selalu membawa anak-anak karena ingin membangun mental mereka. Mereka belajar memahami alam, belajar mandiri dan bagaimana menyelesaikan persoalan ketika berada di alam,” tuturnya.

Menurutnya, aktivitas bersama di alam juga menjadi salah satu cara orang tua membangun komunikasi yang lebih dekat dengan anak. “Ini juga cara kami dalam parenting agar lebih dekat dengan anak. Anak menjadi lebih terbuka kepada kami karena alam mengajarkan banyak hal, termasuk bagaimana kita saling memahami,” lanjutnya.

Andriana menilai pengalaman mengenal alam sejak dini juga membuat anak lebih mudah memahami keindahan lingkungan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. “Ketika anak mengenal alam, kita lebih mudah mengajarkan tentang keindahan alam yang diciptakan Sang Pencipta. Momen bersama keluarga di alam itu berbeda ketika kita hanya bersama keluarga di rumah,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan potensi wisata petualangan menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelestarian alam dan keterlibatan masyarakat.

“Kabupaten Probolinggo memiliki banyak potensi wisata berbasis alam dan petualangan. Kehadiran aktivitas seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang beragam, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pengelola wisata, komunitas dan masyarakat menjadi penting agar potensi alam tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi dapat berkembang menjadi destinasi yang memiliki aktivitas dan pengalaman khas.

Heru si gundul mencoba mancing di wisata Roning Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan. (Foto : Ist)

Kehadiran Heru Gundul di Rondoningo pun menjadi gambaran bagaimana potensi wisata petualangan di Kabupaten Probolinggo mulai mendapat perhatian dari kalangan pegiat aktivitas alam.

Dari seutas tali, aliran sungai hingga pengalaman sederhana mencari makanan dari alam, Rondoningo menawarkan sesuatu yang berbeda wisata yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dialami.

Dan ketika pengalaman itu dipadukan dengan kreativitas pengelola, keterlibatan masyarakat serta promosi yang tepat, sungai yang selama ini mungkin hanya dikenal warga sekitar dapat berubah menjadi ruang petualangan yang memperkenalkan sisi lain Kabupaten Probolinggo kepada lebih banyak orang. ***

Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info