Thursday, February 22, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Dispersip Gelar SHM Dukung Program dan Pengembangan Perpusdes

Dispersip Gelar SHM Dukung Program dan Pengembangan Perpusdes

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Untuk mengembangkan literasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo melaksanakan Stakeholder Meeting (SHM) dalam rangka mendukung program dan pengembangan perpustakaan desa, Kamis (8/12/2022) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

SHM yang bertemakan membangun komitmen mitra dalam pengembangan perpustakaan desa (Perpusdes) ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto didampingi Plt Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Yulius Christian.

Kegiatan ini melibatkan segenap OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Yakni, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo sebagai pendukung rancangan anggaran serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo sebagai pengembangan sasaran kegiatan di desa.

Selain itu juga melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo sebagai pendukung Teknologi Informasi Komunikasi, Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat bagi Mahasiswa KKN, Bank Jatim melalui pembiayaan UMKM bagi impact program serta komunitas masyarakat yang ikut mendukung kegiatan di perpustakaannya desa.

Sebanyak 50 orang peserta yang hadir pada pertemuan atau Stakeholder Meeting (SHM) dalam mendukung program dan pengembangan perpustakaan yang ada di desa akan diberikan bimbingan dan pengetahuan oleh narasumber Agus Subiyanto selaku Pengelola Perpustakaan Desa Andung Biru Kecamatan Tiris yang dimoderatori Hesthiyono Suko Adi selaku Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo

Capaian program perpustakaan Desa yang melibatkan masyarakat dengan jumlah 43 kegiatan dan masyarakat yang terlibat sebanyak 322 orang dengan jenis kegiatan diantaranya berupa pelatihan komputer, kelas membaca, kursus bahasa Inggris dan Matematika, pelatihan memasak dan sebagainya lainnya dilakukan oleh perpustakaan desa replikasi baik di tingkat kabupaten maupun desa.

Kegiatan SHM tingkat Kabupaten Probolinggo ini merupakan suatu akhir dari rangkaian kegiatan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam kurun waktu selama satu tahun. Selain itu, pertemuan dengan beberapa stakeholder tentunya untuk mendukung dan memberi solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perpustakaan replikasi baik di tingkat kabupaten maupun desa.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menjelaskan penyelenggaraan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan bagian dari program prioritas nasional dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia maju.

“Definisi dari perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang dapat memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan dalam berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia. Tujuan umum program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial agar tercapainya masyarakat sejahtera,” katanya.

Heri menerangkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial harus menerapkan tiga strategi yaitu, meningkatkan kualitas layanan informasi melalui media buku, media komputer dan juga media internet. “Tentunya dalam memfasilitasi kegiatan ini sesuai kebutuhan masyarakat dan bekerja sama dengan pihak lain untuk mendapatkan dukungan dan pengembangannya,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menambahkan SHM ini dilakukan untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengembangan perpustakaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kesejahteraan bersama.

“Membangun dukungan dan komitmen dari stakeholder dalam pengembangan perpustakaan di Kabupaten Probolinggo yang berbasis inklusi sosial semakin maju dan berkembang serta dapat menambah jumlah perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (y0n)