Wednesday, October 27, 2021
Depan > Informasi Layak Anak > DPPKB Sosialisasikan Pencegahan KtP/A dan TPPO

DPPKB Sosialisasikan Pencegahan KtP/A dan TPPO

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Untuk mencegah meningkatnya kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pencegahan KtP/A dan TPPO, Senin (27/9/2021) di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yulianto ini dihadiri narasumber Ciput Eka Purwianti dari Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maria Yohanista Djou dari ECPAT Indonesia dan Nina Nuriyah Ma’arif PPT Provinsi Jawa Timur.

Sosialisasi ini juga melibatkan Lembaga Perlindungan Anak serta Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Kesejahteraan Anak dan Forum Anak, Fatayat, MGBK tingkat SMP Kabupaten Probolinggo, PGRI, Himpaudi, Puspa dan Pekerja Sosial.

Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk memberikan perlindungan dan pencegahan kekerasan anak dengan slogannya Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak dengan tema Penurunan Pernikahan Anak sebagai upaya pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A).

Sosialisasi ini mengundang OPD terkait, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan, kepala lembaga pendidikan, Kepala Unit PPA Polres Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota, PPT RSUD Tongas dan Waluyo Jati Kraksaan, Sekretaris Desa beserta Kader PPKBD, Pengasuh Pondok Pesantren di empat kecamatan meliputi Krejengan, Besuk, Kraksaan dan Dringu.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para pemangku kebijakan mengenai upaya pencegahan pernikahan anak melalui peningkatan kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak, meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat yang terlibat dalam upaya-upaya pencegahan pernikahan anak dan mendorong terpenuhinya hak dan perlindungan anak melalui tindakan preventif.

Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yulianto berharap kegiatan sosialisasi pernikahan anak sangat penting dan sebagai motivasi pada kelompok-kelompok masyarakat baik di level kabupaten, kecamatan dan level desa yang merupakan salah satu visi misi Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Dimana outputnya adalah meningkatkan kesadaran serta kesejahteraan masyarakat yang titik masuknya peningkatan SDM dimulai dari penataan terhadap pernikahan. Yaitu dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan tentang pernikahan yang benar sesuai aturan pernikahan. Dalam pencegahan perkawinan anak sesuai UU Nomor 35 tahun 2014 yaitu Negara, Pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak,” katanya. (y0n)