Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi para peternak di Desa Bhinor Kecamatan Paiton, Kamis (9/6/2022).
Kegiatan yang dilakukan di aula Kantor Desa Bhinor ini diikuti oleh Sekretaris Kecamatan Paiton dan jajaran Forkopimka Paiton, Kepala Desa Bhinor Hostifa Wati, pendamping Desa Bhinor, petugas teknis Kecamatan Paiton serta para peternak di Desa Bhinor.
Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang (UU) 18/2009 jo UU Nomor 41 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan SE Menteri Pertanian Nomor 01/se/PK.300/M/2022 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan PMK Pada Ternak.
Selanjutnya SE Menteri Pertanian 03/PK.300/M/5/2002 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi Wabah PMK atau Foot and Mouth Disease, Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah PMK serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah PMK.
Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengakatan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta undangan terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kita menghimbau kepada para peternak untuk selalu berkoordinasi dengan petugas teknis peternakan kecamatan dan dokter hewan setempat. Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa PMK memang bukan penyakit zoonosis yang menular kepada manusia tetapi sangat menular kepada hewan/ternak berkuku belah,” katanya.
Niko mengharapkan peternak harus menjaga hiegine sanitasi kandang, ternak, sarana transportasi maupun tamu dan petugas yang datang dengan semprot desinfektan. Harapannya kepada peternak untuk selalu koordinasi dengan petugas teknis kesehatan hewan/dokter hewan terdekat.
“Kita menyarankan peternak bisa memberikan pengobatan herbal kepada peternak sesuai gejala yang timbul. Kita meminta peternak selalu sabar dalam merawat ternak yang sakit dengan memberikan pakan suportif (tambahan),” jelasnya.
Lebih lanjut Niko menambahkan penyebaran virus PMK ini sangat cepat, bahkan kesakitan pada ternak bisa mencapai 95%. Untuk itu peternak harus konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungan kandang.
“Kita meminta untuk tidak takut mengkonsumsi daging, susu dan olahan produk hewan asalkan dimasak dengan benar yaitu direbus 30 menit dalam air mendidih,” pungkasnya. (wan)
