Monday, March 4, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Dapat Dana TP, Kemendag Pantau Pemanfaatan Bangunan Pasar Bayeman

Dapat Dana TP, Kemendag Pantau Pemanfaatan Bangunan Pasar Bayeman

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Tim Pemantauan Pasar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia melakukan pemantauan pemanfaatan bantuan dana Tugas Pembantuan (TP) dari APBN di Pasar Bayeman Kecamatan Tongas, Rabu (8/6/2022).

Kedatangan Tim Pemantauan Pasar Kemendag RI ini dipimpin oleh Fasilitator Perdagangan Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik Kemendag RI Istiqomah Haq. Tim ini disambut oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Pemantauan Pasar Kemendag RI ini memantau dan melihat dari dekat bangunan pasar yang dibangun menggunakan dana TP sebesar Rp 4 miliar dari APBN.

“Kami ingin melihat apakah bangunannya sudah dimanfaatkan apa belum oleh pedagang. Apakah kondisi bangunannya sudah sesuai dengan ketentuan. Kami juga ingin memperoleh saran dari para pedagang pasar,” ujarnya.

Selanjutnya para pedagang yang diwakili oleh paguyuban pedagang pasar dan kepala pasar mengisi kuesioner yang diberikan oleh Tim Pemantauan Pasar Kemendag RI. “Untuk perawatan bangunan pasar, nanti Pemerintah Daerah harus menganggarkan sendiri. Kami juga mengharapkan agar manajemen pasar ini ditata dengan baik untuk menuju pasar SNI,” terangnya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menyampaikan untuk masalah perawatan bangunan pasar di Pasar Bayeman untuk tahun ini tidak ada anggaran. “Insya Allah PAK atau tahun depan baru bisa kita anggarkan. Untuk pasar SNI yang bisa dilakukan hanyalah pembinaan internal saja berupa penataan pedagangnya,” katanya.

Menurut Anung, untuk menuju pasar SNI itu banyak sekali persyaratan yang harus dilakukan. Seperti pembinaan manajemen dan didukung penuh dengan anggaran. “Apa yang bisa kita lakukan, maka kita lakukan. Salah satu syarat pasar SNI adalah manajemennya harus menerapkan retribusi online, harus mempunyai bank sampah dan fasilitas lainnya seperti ATM, musholla dan pos kesehatan,” jelasnya.

Anung menerangkan untuk dana TP dari Kemendag ini dimanfaatkan untuk bangunan sebelah barat berupa 7 buah los pedagang, 48 kios dan hamparan yang bisa ditempati oleh 40 pedagang. Serta fasilitas ATM dan musholla di dalam pasar. “Total bangunannya direvitalisasi. Jadi bangunan lama dirobohkan dan dibangun ulang dengan standar dari Kementerian Perdagangan RI,” terangnya.

Lebih lanjut Anung menegaskan agar bangunan fisik pasar bisa terjaga dengan baik perlu perhatian dari pengguna/pengelola pasar, tentunya menjaga fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia mengingat terbatasnya dana APBD khususnya untuk pemeliharaan.

“Kita menghimbau kepada para pedagang agar tidak merubah bentuk bangunan dan memanfaatkan sesuai dengan bentuk yang ada. Serta merawat sesuai dengan peruntukkan dan fungsinya,” tambahnya.

Anung mengharapkan dengan adanya bangunan ini nantinya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nantinya kondisinya mudah-mudahan bisa disesuaikan lagi dengan kebutuhannya.

“Dengan standard yang sudah ada bisa dimanfaatkan, namun perlu pengembangan lebih lanjut disesuaikan dengan kondisi wilayah pantura yang cenderung cukup panas perlu dibenahi dengan sarana dan prasarana agar sirkulasi udara lebih nyaman, sehingga faktor comfort kenyaman bagi pedagang dan pengunjung dapat terpenuhi sehingga kedepan bisa mendapatkan tambahan anggaran untuk dapat diperbaiki,” pungkasnya. (wan)