Sunday, January 23, 2022
Depan > Informasi Layak Anak > 600 Siswa MINU Kraksaan Ikuti Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

600 Siswa MINU Kraksaan Ikuti Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 600 siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Kraksaan mengikuti program vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun, Selasa (11/1/2022).

Kegiatan yang dilakukan oleh lembaga dibawah Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kraksaan ini dimulai pukul 08.00 WIB. Selama proses vaksinasi mereka dipandu oleh tim vaksinator yang berasal dari Puskesmas Kraksaan.

Vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di MINU Kraksaan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar serta jajaran dewan guru di MINU Kraksaan.

“Jumlah total siswa yang ada di MINU Kraksaan ini sebanyak 614 orang. Tetapi yang bersama-sama mengikuti vaksinasi sekitar 600 orang. Karena ada yang sudah mendahului oleh orang tuanya dibawa sendiri,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar.

Bahtiar menegaskan, keselamatan dan kesehatan itu nomor satu. Jadi bagi wali murid yang masih belum mau anaknya divaksin pihaknya tetap melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif sehingga nanti betul-betul bersedia.

“Alhamdulllah, hampir 100 persen yang di MINU Kraksaa itu wali muridnya sangat antusias. Memang ada beberapa dan itu tetap akan kita lakukan pendekatan. Termasuk di madrasah-madrasah yang lain kita sudah membuat penjadwalan hasil koordinasi dengan puskesmas-puskesmas di kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Menurut Bahtiar, target sasaran untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun di lingkungan madrasah mencapai 36.771 yang berasal dari 402 MI di Kabupaten Probolinggo. Secara umum semua siswa harus divaksin dan target ini merupakan hasil pendataan dari Kemenag.

“Siswa yang tidak mau vaksin padahal bisa, kita lakukan kebijakan mohon maaf untuk sementara pembelajarannya kita lakukan di rumah atau daring. Karena memang ini suatu bentuk tanggung jawab kita bersama agar kesehatan dan keselamatan warga madrasah tetap terjaga,” ungkapya.

Bahtiar menjelaskan yang menjadi dasar baik yang secara medis tidak boleh maupun yang belum bersedia itu keselamatan yang bersangkutan dan keselamatan yang lain serta menjaga kesehatan yang bersangkutan dan menjaga kesehatan yang lain.

“Jadi tetap kita memakai kebijakan dengan pendekatan yang untuk sementara tetap kita daringkan dulu sampai kemudian ada kepastian dari Dinas Kesehatan. Tapi kalau sudah tidak memungkinkan tetap masuk tetapi dengan pendekatan ekstra agar keselamatan dan kesehatan yang lain tetap terjaga. Kita sangat hati-hati sekali dalam hal ini,” terangnya.

Lebih lanjut Bahtiar menambahkan untuk mensukseskan program vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun ini pihaknya terus mengedukasi wali murid. Kalau kemudian tidak bisa secara langsung, maka akan memanfaatkan tokoh-tokoh yang bisa diajak untuk memberikan pemahaman karena memang ada yang langsung dan membutuhkan orang lain.

“Kendalanya memang berita-berita hoax yang masih berdampak walaupun tidak secara keseluruhan. Kemudian memang ada rasa kekhawatiran terjadi sesuatu bagi anaknya. Itu menjadi tugas kita untuk meyakinkan,” tambahnya.

Bahtiar mengharapkan dengan vaksinasi ini ada keleluasaan untuk pembelajaran dan berinteraksi, tentunya tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena semua tidak tahu dan belum tentu kemudian yang sudah divaksin ini terjamin tidak terpapar Covid-19. Harapannya dengan tuntasnya vaksinasi itu pembelajaran bisa dimaksimalkan dan interaksi dapat berjalan dengan maksimal.

“Kepada para wali murid, vaksinasi ini dilakukan dalam rangka menyiapkan dan menyelamatkan putra putri kita. Mohon dukungan morilnya kepada wali murid, kesuksesan vaksinasi itu sesungguhnya adalah kesuksesan dalam rangka membangun pembelajaran yang bisa maksimal,” pungkasnya. (wan)