Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 133 orang Guru Penggerak angkatan 4 Kabupaten Probolinggo resmi dikukuhkan atau diwisuda di aula SMK Negeri 2 Kraksaan, Sabtu (28/1/2023). Ratusan guru ini terdiri dari TK sebanyak 3 orang, SD sebanyak 50 orang, SMP sebanyak 28 orang, SMA sebanyak 29 orang dan SMK sebanyak 23 orang.
Pengukuhan guru penggerak angkatan 4 Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Analis Kebijakan Muda PAUD, PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Massajo, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Sucipto serta pengurus PGRI Kabupaten Probolinggo Nur Nuhud.
Dalam kesempatan tersebut Analis Kebijakan Muda PAUD, PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo meminta kepada para guru penggerak untuk tetap semangat serta memotivasi guru-guru lainnya untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
“Saya menyampaikan selamat kepada 133 orang guru penggerak angkatan 4 Kabupaten Probolinggo yang sudah dikukuhkan. Semoga ke depan bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sementara Pengajar Praktik dari SMAN 1 Kraksaan Eva Early selaku ketua panitia meminta agar tidak meragukan apa saja kemampuan yang dimiliki oleh para guru penggerak. Selain kompeten dalam mengembangkan budaya positif di tempat tugasnya masing-masing.
“Mereka telah pula dibekali kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran dan pengembangan sekolah. Yakni, bagaimana mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, bagaimana memimpin dalam pengembangan sumber daya dan bagaimana mengelola program yang berdampak pada murid,” ujarnya.
Eva menjelaskan kegiatan ini terlaksana murni bersumber dari dana mandiri 133 orang guru penggerak. Diharapkan mereka bisa menyampaikan komitmen bersama sehingga memiliki kepercayaan diri untuk bergerak dan menggerakkan, menjadi teladan serta agen transformasi ekosistem pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini adalah incubator. Layaknya sebuah inisiasi dini, besar harapan kami agar komunitas guru penggerak ini mendapat tempat, mendapat ruang, mengisi relung hati pemimpin dan pemegang kebijakan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)
