PROBOLINGGO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mendorong guru Sekolah Dasar (SD) semakin siap menghadapi transformasi digital dalam pembelajaran. Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) daerah digitalisasi jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Paseban Sena Probolinggo itu dibuka Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Senin (28/9/2026).
Bimtek yang didanai dari anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tersebut diikuti 50 guru SD negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo.
Selama kegiatan peserta mendapatkan materi dari beberapa narasumber. Diantaranya M. Luthfi Oktariyanto dari Universitas Negeri Malang, Moch. Gusnul Arifin dari SDN Ploso 5 Surabaya dan Yuli Purnamasari dari SDN 6 Besole Kabupaten Tulungagung.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan, perkembangan teknologi membuat digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan.
“Saat ini digitalisasi atau proses serba digital adalah hal yang wajib kita ikuti. Teknologi mengubah cara kita bekerja, belajar dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Hary, transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan bagi dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif, interaktif dan menyenangkan.
“Di era modern ini dunia pendidikan terus bergerak cepat. Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, interaktif dan menyenangkan,” jelasnya.
Melalui bimtek tersebut, Hary menargetkan peningkatan kompetensi dan keterampilan teknis para pendidik. Guru diharapkan mampu menggunakan berbagai media digital secara optimal dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis para pendidik. Melalui bimtek ini kita berharap para guru atau tenaga pendidik dapat memanfaatkan media digital secara optimal,” lanjutnya.
Hary menambahkan, peningkatan kapasitas pendidik melalui digitalisasi merupakan bagian dari upaya memperkuat mutu pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk menciptakan perubahan positif di setiap pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Semoga kita dapat mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan bagi anak-anak didik kita,” harapnya.

Sementara Wati Yuliawati dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Kemendikdasmen RI menyampaikan digitalisasi dapat memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Namun, pemanfaatannya tetap perlu menyesuaikan kesiapan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Kegiatan tersebut juga diarahkan agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan makna dan manfaat bagi peserta didik. Selain itu, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengimbaskannya kepada lingkungan sekolah.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo yang telah bekerja sama dalam pendistribusian, pemanfaatan serta monitoring di seluruh lembaga Sekolah Dasar di wilayah Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
