Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > 17 Tahun Bertahan Sebagai GTT, Wujudkan Harapan Orang Tua

17 Tahun Bertahan Sebagai GTT, Wujudkan Harapan Orang Tua

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebanyak 420 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dilantik dan diambil sumpah/janjinya, Senin (27/6/2022) pagi di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Para abdi negara tersebut sebelumnya tercatat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Formasi 2018 dan 2019. Dan akhirnya hari ini mereka pun diambil sumpah/janj jabatan CPNS menjadi PNS oleh Plt Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko.

Pembacaan sumpah tersebut begitu khidmat terdengar. Sorotan mata mereka pun tampak berkaca-kaca seakan mengungkap kisah perjuangan mereka masing-masing. Nuansa biru seragam korpri yang mereka kenakan pun semakin menambah haru suasana hari bersejarah itu.

Salah satu kisah perjuangan untuk sampai pada titik ini diungkap oleh Aprilina Widyastuti Ariffin (37), PNS guru pada SDN Tanjungsari Kecamatan Krejengan. Selama 17 tahun lamanya alumni Universitas Terbuka Malang ini mengabdi sebagai guru dan harus ikhlas menerima gaji Rp 300 ribu per bulan dengan status Guru Tidak Tetap (GTT).

Hampir tak terhitung berapa kali kegagalan yang ia alami saat mengikuti tes CPNS sebelum-sebelumnya. Berbekal semangat tak kenal lelah dan cita-cita untuk meneruskan perjuangan mendiang ibunya yang juga sebagai tenaga pendidik membuatnya tak patah arang.

Dan benar saja, saat mengikuti tes CPNS tahun 2019 yang lalu rupanya takdir Allah berkehendak lain. Ibarat ronde terakhir pada pertandingan tinju, Wida sapaan akrab ibu dengan tiga anak ini, saat itu usianya hampir melewati batas usia maksimal persyaratan untuk mendaftar CPNS.

Diakuinya motivasi keberhasilan terbesarnya adalah semangat dari mendiang ibu dan juga anak-anaknya. Motivasi dan restu terakhir dari ibunya adalah ketika Wida berangkat menjalani tes SKB, karena tiga hari kemudian ibunya wafat karena sakit.

“Mendiang ibu saya memang selalu berharap agar anak-anaknya dapat melanjutkan perjuangannya sebagai seorang pendidik. Sayangnya saat ini beliau tidak bisa menyaksikan kebahagiaan ini,” kenang wida berkaca-kaca.

Saat ini cita-cita ibu dan anak ini telah terwujud, sesuai isi sumpah sakral yang baru saja dilafalkannya, Wida pun berkomitmen untuk tetap memegang teguh janjinya dalam menjalankan kewajiban sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Do’akan kami semua mampu mengemban amanah ini, terlebih sebagai seorang guru yang saat ini selalu menuntut kami untuk selalu meningkatkan kompetensi seiring perkembangan zaman,” pungkasnya. (dra)