Friday, September 17, 2021
Depan > Kesehatan > Tes Swab PCR Pasca Isolasi Tidak Disarankan

Tes Swab PCR Pasca Isolasi Tidak Disarankan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Mari dipahami prinsipnya bahwa PCR merupakan alat pemeriksaan terbaik saat ini untuk mendiagnosa Covid-19. PCR sangat sensitif, sehingga mampu mendeteksi materi genetic virus Covid-19 yang masih aktif maupun yang sudah menjadi bangkai.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan untuk mengetahui virus masih aktif atau tidak harus dilakukan culture dan hal ini tidak rutin dikerjakan pada kasus Covid-19. Virus Covid-19 hidup didalam tubuh tidak lebih 10 hari sejak gejala muncul, rata-rata 7-9 hari.

“Namun pada beberapa kasus virus ini bisa bertahan cukup lama lebih dari 10 hari. Biasanya terjadi pada penderita Covid-19 bergejala berat juga pada pasien penyakit imunitas yang jelek, seperti HIV. (Referensi: CDC Criteria for releasing Covid-19 patient from isolation),” katanya.

Menurut Dewi, tidak perlu diulang tes PCR karena tidak efektif jelas. Menurut CDC PCR bisa saja positif setelah isoman lebih dari 3 bulan kemudian, padahal sudah tidak menular lagi. “Kecuali pada kasus yang berat atau kritis masih dipertimbangkan pemeriksaan PCR ulang. Namun hal ini tidak menjadi penentu utama kesembuhan,” jelasnya.

Dewi menjelaskan bila ada tempat kerja yang mewajibkan tes PCR ulang sebagai syarat masuk kantor, hal ini tidak banyak manfaatnya karena bila hasilnya positif maka hal itu tidak mengubah keputusan selesai masa isolasi oleh dokter. “Kerugiannya, selain biaya PCR yang tidak murah, dapat memicu stress bila hasilnya masih positif, padahal hasil tersebut hanya menandakan sisa bangkai virusnya saja,” terangnya.

Setelah masa isolasi selesai (pasien dengan kasus ringan dan sedang) jelas Dewi, risiko penularan sudah sangat minimal karena menurut hasil studi virus Covid-19 tidak aktif lagi.

“Solusinya, karyawan harus memberikan penjelasan ke atasan atau bagian SDM bahwa kondisi anda sudah layak secara medis untuk kembali bekerja. Tunjukan surat keterangan selesai isolasi (diperoleh dari puskesmas atau klinik Covid-19),” tegasnya.

Dewi menerangkan, tanpa harus PCR negatif seseorang sudah layak kembali bekerja dengan syarat menyelesaikan masa isolasi, kondisinya sudah dinilai dan dinyatakan layak bekerja kembali oleh dokter serta harus patuh terhadap protokol kesehatan ketika kembali bekerja [Referensi: National Institute for Communicable Diseases, Covid 19 and Returning to Work].

“Kesimpulan, yang paling penting adalah kesembuhan, jangan terobsesi dengan PCR negatif. Sembuh diartikan sebagai kondisi yang sudah tidak bergejala atau sudah membaik, masa isolasi selesai serta tidak menular lagi. Mengulang swab PCR pasca isolasi untuk kasus ringan, tidak banyak manfaatnya,” pungkasnya. (wan)