Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tampung Aspirasi Kelompok Nelayan Bhinor

Tampung Aspirasi Kelompok Nelayan Bhinor

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Suami Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si melakukan silaturahim dan serap aspirasi bersama kelompok nelayan Desa Bhinor Kecamatan Paiton, Rabu (25/12/2019) siang.

Silaturahim dan serap aspirasi yang dilaksanakan di obyek wisata Pantai Bohay (Bhinor Harmony) ini diikuti oleh puluhan kelompok nelayan, perangkat desa dan Forkopimka Paiton.

Dalam silaturahim dan serap aspirasi ini, perwakilan kelompok nelayan mengharapkan agar ke depan ada sebuah pembangunan pemecah gelombang laut (breakwater). Sebab selama ini, setiap tahun selalu ada saja perahu yang hancur karena dihantam oleh ombak yang cukup besar.

Aspirasi lain disampaikan oleh perwakilan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Bhinor Enegy Desa Bhinor Kecamatan Paiton yang mengelola obyek wisata Pantai Bohay. Harapannya ke depan ada upaya pengembangan wisata Pantai Bohay karena memang ada keinginan agar wisata ini akan menyambung ke sisi barat dan menjadi ikon wisata destinasi Kabupaten Probolinggo.

Menanggapi keinginan tersebut, H. Hasan Aminuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Bhinor Kecamatan Paiton yang telah menyampaikan aspirasinya. “Pemanfaatan pinggir pantai di zona PLTU Paiton ini akan terus dikembangkan sebagai komitmen dari Bu Tantri (Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE). Insya Allah ke depan akan ada perubahan yang lebih baik,” katanya.

Berkaitan dengan usulan yang sudah disampaikan tersebut, Hasan mengaku akan mencoba untuk mengkoordinasikan dengan kementerian terkait. Pasalnya, dalam melaksanakan tugasnya, Komisi IV bermitra dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Saya akan mencoba untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kementerian terkait. Jadinya nanti bisa menggunakan dana sharing agar bisa dibangun breakwater,” jelasnya.

Menurut Hasan, saat ini pemerintah melalui KLHK sudah mencetuskan program Perhutanan Sosial dengan memanfaatkan lahan Perhutani. Dimana setiap KK (Kepala Keluarga) akan mendapatkan 2 hektar lahan yang bisa dikelola selama 30 tahun. “Silahkan mengkaji, Desa Bhinor ini SDM yang dimiliki luar biasa,” terangnya.

Hasan menginginkan agar bagaimana ke depan bantuan yang disalurkan hendaknya diberikan kepada BUMDes. Selanjutnya, bantuan ini akan disalurkan oleh BUMDes kepada orang-orang yang berhak menerimanya agar betul-betul tepat sasaran.

“Untuk pengembangan wisata di Pantai Bohay, silahkan berkreasi dengan menambah sarana dan prasarana permainan anak-anak. Sehingga masyarakat yang ingin berkunjung ke Pantai Bohay memiliki banyak pilihan. Setelah itu undang guru PAUD datang ke sini dan sediakan sarana lomba lukis tentang kekuasaan Allah SWT. Jangan hanya memperbanyak warung supaya urusannya tidak makan terus,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengharapkan agar keberadaan obyek wisata ini mampu memakmurkan desanya dan mensejahterakan rakyatnya. Oleh karena itu, berbicara tentang pantai, maka hendaknya masyarakat mengembangkan hasil olahan ikan dari hasil tangkapannya. Bagaimana hasil tangkapan itu diolah menjadi ikan asap untuk menjadikan daerah ini sebagai Kampung Asap.

“Potensinya luar biasa biasa karena terletak di daerah yang sangat strategis jalur kea rah Surabaya-Bali. Tetapi masyarakat harus kreatif dan inovatif jangan hanya menjual ikan asap saja, tetapi juga dilengkapi dengan nasi dan minumannya. Mudah-mudahan ini bisa mensejahterakan masyarakat, khususnya di Desa Bhinor Kecamatan Paiton,” pungkasnya. (wan)