Monday, June 24, 2024
Depan > Kesehatan > Sugianto Dipercaya Sebagai Ketua Divisi Organisasi dan Kaderisasi PP HIPNU

Sugianto Dipercaya Sebagai Ketua Divisi Organisasi dan Kaderisasi PP HIPNU

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sekretaris Pimpinan Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan Sugianto dipercaya sebagai Ketua Divisi Organisasi dan Kaderisasi Pengurus Pusat (PP) Himpunan Perawat Nahdlatul Ulama (HIPNU) masa bakti 2023-2028.

Ketua Rumah Khitan NU Kraksaan ini dilantik pada saat peringatan Hari Santri Nasional 2023 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP HIPNU dengan tema “Pondok Pesantren Inisiator Klinik NU” di Ballroom Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang pada tanggal 28 Oktober 2023 lalu.

“HIPNU ini masih berada di bawah LKNU, meskipun kemarin itu sudah ada wacana akan diminta menjadi lembaga atau badan otomom sendiri. Tapi pada rakernas pertama di Semarang setelah pelantikan untuk sementara kita menjadi satu dulu dibawahnya LKNU,” kata Sugianto.

Menurut Sugianto, tugas dari HIPNU ini ingin menginisiasi berdirinya lembaga-lembaga atau fasilitas pelayanan kesehatan. “Kita ingin menginisiasi dari pesantren lewat perawat NU, nantinya betul-betul berdiri lembaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan yang betul-betul milik NU,” jelasnya.

Sugianto menegaskan ke depan yang menjadi prioritas utama dari HIPNU adalah pembentukan pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten. Baru nanti bisa merambah sampai ke tingkat cabang.

“Selain itu bisa memastikan organisasi perawat NU ini betul-betul mampu memberikan kontribusi. Nanti lewat AD/ART yang sedang kita susun dan kita sempurnakan ke depan bisa membantu program pemerintah secara nasional,” terangnya.

Lebih lanjut Sugianto berharap betul-betul HIPNU bisa mewarnai dan bisa menopang program kerja PBNU yang utamanya di bidang kesehatan. “Tugas beratnya, selain ini karena lembaga baru, kita harus berkoordinasi terkait dengan status organisasi dan pendanaan. Itu harus betul-betul menjadi tugas berat karena sementara ini kita masih mandiri dan swadaya,” pungkasnya. (wan)