Monday, May 20, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Pelatihan Pemantauan Tumbuh Kembang Bagi Kader

Dinkes Berikan Pelatihan Pemantauan Tumbuh Kembang Bagi Kader

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pemantauan tumbuh kembang bagi kader di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh kader dan petugas di 330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan ini dibagi dalam 6 (enam) tahap meliputi Paseban Sena Probolinggo pada Senin dan Selasa (30-31/10/2023) serta Alino Café Kraksaan pada Senin hingga Kamis (6-9/11/2023).

Dalam pelatihan tersebut para kader dan petugas dipandu praktek penggunaan alat antropometri dengan benar, praktek pengukuran, penjelasan permasalahan gizi, studi kasus serta paparan studi kasus.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodid Tjahjono melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai pengukuran antropometri dan penilaian status gizi balita di Kabupaten Probolinggo.

“Tujuannya mampu melakukan pengukuran antropometri dengan benar, mampu menggunakan alat pengukuran antropometri dengan benar, mampu mencatat hasil pengukuran antropometri di buku KIA serta memahami permasalahan gizi,” katanya.

Menurut Wahyu, pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan gizi anak.

“Penurunan aktivitas posyandu tersebut berakibat pemantauan gizi pada anak dan ibu hamil terabaikan. Salah satu metode penilaian status gizi secara langsung yang paling popular dan dapat diterapkan untuk populasi dengan jumlah sampel besar adalah antropometri,” jelasnya.

Wahyu menerangkan peranan kader dalam penyelenggaraan Posyandu menjadi hal yang penting dan strategis. Pengetahuan dan keterampilan kader yang kurang serta minimnya alat yang tersedia sangat mempengaruhi keberhasilan program pencegahan stunting.

“Oleh karena itu, pemantauan dan pelatihan secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan kader bekerja secara maksimal dan mendapatkan informasi serta keterampilan yang akurat,” terangnya.

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan kegiatan pelatihan pemantauan tumbuh kembang berfokus pada kader dengan pelatihan pengukuran antropometri seperti penimbangan berat badan balita, pengukuran panjang/tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, pengukuran lingkar lengan atas, mampu menentukan status gizi balita di buku KIA serta memahami permasalahan gizi terbaru. (wan)