Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Stroke, Suspect Asal Desa Brani Wetan Meninggal Dunia

Stroke, Suspect Asal Desa Brani Wetan Meninggal Dunia

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satu orang yang masuk dalam kategori suspect asal Desa Brani Wetan Kecamatan Maron meninggal dunia. Yang bersangkutan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Selasa (18/8/2020) malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Kamis (20/8/2020) malam.

“Satu orang suspect yang meninggal dunia ini adalah laki-laki berusia 51 tahun berasal dari Desa Brani Wetan Kecamatan Maron. Yang bersangkutan sebelumnya merupakan pasien dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” katanya.

Menurut Shodiq, sebelumnya yang bersangkutan datang ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan beberapa hari yang lalu dengan keluhan beberapa penyakit penyerta (komorbid) seperti sesak, stroke serta ada gambaran pneumoli dari hasil rontgennya sehingga dimasukkan ke dalam kategori suspect. “Kondisinya terus memburuk sehingga kemudian meninggal dunia,” terangnya.

Shodiq menambahkan untuk pemeriksaan swabnya sudah dilakukan tetapi sampai yang bersangkutan meninggal dunia hasilnya masih belum keluar. Sesuai aturan dari protokol kesehatan, proses pemakaman kasus suspect yang probable yang belum keluar hasil pemeriksaan swabnya menggunakan protokol pemakaman COVID-19. “Karena pemerintah menggunakan kemungkinan yang terburuk untuk menghindari resiko penularan,” pungkasnya. (wan)
[20/8 19.54] Sony Kominfo: Suspect Asal Desa Kalirejo Sembuh

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Hingga Kamis (20/8/2020) malam, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo mencatat 1 (satu) orang suspect dinyatakan selesai diawasi dan sembuh.

“Satu orang suspect yang discarded (sembuh) ini adalah laki-laki berusia 32 tahun dari Desa Kalirejo Kecamatan Dringu. Sebelumnya yang bersangkutan menjalani perawatan di RSUD Tongas,” kata Juru Bicara Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono.

Menurut Shodiq, yang bersangkutan dinyatakan sembuh karena kondisinya sehat dan hasil swabnya negatif dari PCR (Polymerase Chain Reaction) Jember. “Kebetulan juga keluhan sakitnya sudah membaik serta memang tinggal menunggu hasil swabnya,” jelasnya.

Shodiq menerangkan meskipun sudah sembuh dan dipulangkan, tetapi yang bersangkutan tetap harus mematuhi protokol kesehatan di rumahnya. Seperti selalu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, jaga jarak aman dan tidak bersentuhan fisik.

“Karena hasil swabnya negatif, maka yang bersangkutan ini dinyatakan sakit bukan karena virus Corona tetapi oleh infeksi penyakit yang lainnya. Oleh karenanya, yang bersangkutan sudah dipulangkan ke rumahnya,” pungkasnya. (wan)