Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Teken Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Manajemen Pusat Oleh-oleh Rest Area Tongas

Teken Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Manajemen Pusat Oleh-oleh Rest Area Tongas

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan (teken) nota perjanjian kerja sama dengan Bromo Tour Tentang Pengelolaan Manajemen Pusat Oleh-oleh Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/6/2019). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dekranasda dan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Probolinggo.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Rofi Rahadian dari Bromo Tour. Kegiatan ini disaksikan oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Probolinggo Chrisna Sigit Sumarsono mengatakan Dekranasda adalah organisasi sebagai wadah atau tempat pengembangan produk kerajinan unggulan dan produk-produk unggulan lainnya yang berkualitas sebagai ikon Kabupaten Probolinggo dan mengembangan usaha serta berupaya meningkatkan pelaku bisnis yang sebagaian merupakan Industri Kecil Menengan (IKM).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Pusat Oleh-oleh Dekranasda Kabupaten Probolinggo yang diharapkan sebagai wadah bagi para IKM sebagai tempat untuk mempromosikan produknya sehingga produk IKM kita dapat dikenal oleh masyarakat luar dan khususnya masyarakat Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Chrisna, Dekranasda Kabupaten Probolinggo ke depan akan meningkatkan kepedulian dan peran aktif terhadap peningkatan kualitas produk handycraft, sehingga mampu bersaing di pasaran baik pasar regional, nasional dan internasional. Semoga memberikan nilai yang positif sehingga dapat membantu mensejahterakan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Rofi Rahadian menyampaikan bahwa potensi Kabupaten Probolinggo sangat luar biasa, tetapi mengapa produk yang dimiliki tidak pernah muncul. Padahal ini kesempatan emas tatkala ada tamu dari luar yang berkunjung ke wisata Gunung Bromo.

“Saya pernah membawa 15 orang dari Malaysia ke Gunung Bromo. Ketika berbelanja mereka bisa menghabiskan sampai Rp 15 juta. Biasanya mereka mencari produk batik dan beberapa aneka produk unggulan lain yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Rofi, rata-rata para pemilik travel dan tour ini mau membawa para wisatawan ini ke pusat-pusat oleh karena mendapatkan 15% dari hasil penjualannya. Inilah yang membuat para travel dan tour itu semangat mengantarkan para tamu yang berkunjung ke tempat-tempat wisata dan pusat oleh-olehnya.

“Gunung Bromo ini menjadi obyek wisata yang berskala nasional. Sangat disayangkan jika mereka hanya sekedar lewat dan tidak mampir di Pusat Oleh-oleh yang ada di Rest Area Tongas ini. Saya mengharapkan ke depan Dekranasda bisa menjadi pusat informasi pariwisata yang ada di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi IKM yang luar biasa. Potensi ini tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa bimbingan, bantuan dan fasilitasi pemerintah. Pusat oleh-oleh yang sudah dibangun dari tahun 2015 ini merupakan tempat untuk promosi dan pemasaran produk-produk lokal Kabupaten Probolinggo agar lebih dikenal oleh masyarakat dari dalam dan luar Kabupaten Probolinggo.

“Saya mempunyai harapan yang sangat besar kepada pelaku usaha agar mampu menjadikan produk unggulan Kabupaten Probolinggo ini menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mampu menahan serbuan produk-produk asing,” ungkapnya.

Istri Wakil Bupati Probolinggo ini menekankan kembali bahwa Dekranasda mempunyai beberapa tujuan. Diantaranya, menggali, mengembangkan dan melestarikan warisan budaya bangsa serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas dalam rangka memperkokoh jati diri budaya bangsa dan menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni kerajinan bagi kehidupan sehari-hari.

“Selain itu, memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan perajin dan peminat dengan mendorong semangat kewiraswastaan mereka, membantu pemerintah merumuskan kebijakan di bidang industri kerajinan dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperluas pangsa pasar hasil kerajinan,” jelasnya.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo ini kerja sama mengenai pengelolaan manajemen Pusat Oleh-oleh Dekranasda yang ada di Rest Area Tongas ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam upaya meningkatkan Pusat Oleh-oleh Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas Pusat Oleh-oleh Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo serta membangun jaringan promosi dan pemasaran produk Industri Kecil Menengah Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

IKM harus mampu bersaing tidak hanya di wilayah Probolinggo saja, melainkan di luar daerah bahkan hingga di pasar global. Kabupaten Probolinggo memiliki banyak potensi industri kerajinan batik khas Probolinggo, seperti kerajinan Batik Prabulinggih, Batik Dewi Rengganis, Pasir Berbisik, Balqis. Serta aneka handycraft, furnicraft, kerajinan bambu, gerabah, keramik, aneka produk kulit dan lain-lain.

“Perjanjian kerjasama ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo dan khususnya bagi para IKM dalam mempromosikan hasil produknya. Marilah kita bangga menggunakan produksi dalam negeri sebagai wujud cinta kepada bangsa Indonesia,” pungkasnya. (wan)