Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Selama 2022, DPUPR Sudah Rampungkan Normalisasi 10 Sungai dan Saluran Air

Selama 2022, DPUPR Sudah Rampungkan Normalisasi 10 Sungai dan Saluran Air

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Selama tahun 2022, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) sudah merampungkan normalisasi di 10 sungai dan saluran air di Kabupaten Probolinggo.

Ke-10 sungai dan saluran air tersebut diantaranya Sungai Pancor Desa Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran dengan panjang penanganan 100 meter, Dam Maleng Desa Besuk Agung Kecamataan Besuk dengan panjang penanganan 139,65 meter dan Dam Penjalin Desa Kalikajar Wetan Kecamatan Paiton dengan panjang penanganan 57,70 meter.

Selanjutnya, Saluran Sekunder Penjalin Desa Kalikajar Wetan Kecamatan Paiton dengan panjang penanganan 200 meter, Saluran Pembuang Pondok Kelor Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton dengan panjang penanganan 675 meter, Saluran Pembuang Bujel Desa Pajurangan Kecamatan Gending dengan dengan panjang penanganan 425 meter dan Saluran Pembuang Sentong Desa Sentong Kecamatan Krejengan dengan panjang penanganan 600 meter.

Serta, Saluran Sekunder Mentor Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih dengan panjang penanganan 650 meter, Saluran Pembuang Redu Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending dengan panjang penanganan 400 meter dan Saluran Pembuang Jorongan Desa Jorongan Kecamatan Leces dengan panjang penanganan 675 meter.

“Kesepuluh lokasi tersebut dikerjakan secara bergantian yang dimulai dari Sungai Pancarglagas dan diakhiri pada Saluran Pembuang Jorongan,” kata Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra.

Menurut Hengki, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kembali kapasitas tampungan pada saluran dan memperbaiki geometri sungai agar pada saat menerima debit limpasan di saat musim penghujan tidak terjadi luapan air yang dapat mengakibatkan banjir.

“Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo mengerahkan satu unit excavator untuk merampungkan normalisasi di sepuluh sungai dan saluran air tersebut,” jelasnya.

Hengki menerangkan dengan adanya normalisasi tersebut, permasalahan yang sebelumnya terjadi dan berdampak langsung pada kegiatan warga dapat diantisipasi dengan adanya normalisasi saluran ini. “Yang semula saluran meluap pada saat musim penghujan kini sudah tidak terjadi lagi luapan air,” terangnya.

Untuk tahun 2023 terang Hengki, rencananya penanganan lanjutan normalisasi akan dilakukan pada 3 sungai dan saluran air di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Saluran Pembuang Bujel Desa Pajurangan Kecamatan Gending, Saluran Pembuang Redu Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending dan Saluran Sekunder Mentor Desa Sumurmati Kecamatan Sumberasih. “Rencana penanganan normalisasi tahun 2023 ini tiga sungai dan saluran air di Kabupaten Probolinggo ini merupakan lanjutan dari tahun 2022,” pungkasnya. (wan)