Thursday, February 29, 2024
Depan > Pemerintahan > Sampaikan Capaian Kinerja Prioritas Pembangunan Sampai Tahun 2021

Sampaikan Capaian Kinerja Prioritas Pembangunan Sampai Tahun 2021

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Santiyono menyampaikan pencapaian kinerja prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sampai dengan tahun 2021.

Capaian kinerja prioritas pembangunan tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Probolinggo tahun 2023 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (29/3/2022).

Untuk kinerja pendidikan kata Santiyono, tahun 2021 indeks pendidikan Kabupaten Probolinggo sebesar 0,547, urutan 36 kabupaten/kota se-Jawa Timur. “Bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,19%,” katanya.

Dari kinerja kesehatan, tahun 2021 indeks kesehatan Kabupaten Probolinggo sebesar 0,7286, urutan 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,003%.

“Tahun 2021 angka stunting Kabupaten Probolinggo sebesar 23,50%, urutan 15 terbesar kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 31,45% (tahun 2020 sebesar 54,75%),” jelasnya.

Menurut Santiyono, kondisi kemiskinan per Maret 2021, persentase penduduk miskin Kabupaten Probolinggo sebesar 18,91 persen, merupakan urutan 35 kab/kota se-Jawa Timur meningkat 0,3% dibanding tahun 2020.

“Kinerja ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo tahun 2021 sebesar 3,35%. Bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu 5,47%,” ujarnya.

Untuk kinerja infrastruktur terang Santiyono, prosentase rumah layak huni di Kabupaten Probolinggo meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2021 sebesar 90.24%. Prosentase jalan mantab di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2021 sebesar 70%. “Indeks kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Probolinggo meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2021 sebesar 64.17,” tegasnya.

Pada tahun 2021 tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Probolinggo sebesar 4.55%. Urutan 13 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bila dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,31%. Meskipun angkanya semakin meningkat dari tahun ke tahun, namun masih lebih rendah (lebih baik) dibanding rerata Provinsi Jawa Timur dan rerata nasional.

“Untuk indeks desa membangun, dari total 325 desa di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 16 desa berstatus desa mandiri, 135 desa berstatus desa maju dan 174 desa berstatus desa berkembang,” ungkapnya.

Disamping program tersebut terang Santiyono, ada beberapa program dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur meliputi Perpres Nomor 80 tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Bromo Tengger Semeru.

“Program ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Malang, Pasuruan dan Lumajang antara lain jembatan kaca, terminal Seruni Point, homestay, pintu gerbang wisata Bromo, wisata Madakaripura, jalan tol nasional serta rancana pembangunan pelabuhan,” tambahnya.

Santiyono menambahkan tingkat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Probolinggo diasumsikan kurang lebih 2,2 trilyun, gaji pegawai 1 trilyun, pendidikan 20%, kesehatan 10%, infrastruktur 30%-40%. BPJS yang semula dibantu oleh pusat dan provinsi sekarang menjadi kewajiban daerah termasuk gaji PPPK.

“Disamping itu adanya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Forum Koordinasi Pimpinan di daerah yang mengamanatkan untuk kegiatan tingkat Forkopimda dan tingkat Forkopimka. Dengan demikian kepada seluruh pimpinan OPD untuk dapatnya setiap usulan dan kegiatan mengacu kepada prioritas yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (wan)