Monday, September 20, 2021
Depan > Pemerintahan > Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Rilis ODR 164 Orang, ODP 9 Orang dan PDP 2 Orang

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Rilis ODR 164 Orang, ODP 9 Orang dan PDP 2 Orang

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Situasi Corona Virus Disease (COVID-19) terbaru di Kabupaten Probolinggo hingga Sabtu (21/3/2020) sore tercatat 164 ODR (Orang Dalam Resiko), 9 ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan 2 PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian saat menggelar pers release kepada sejumlah awak media.

“Perlu kami sampaikan bahwa hingga detik ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 164 ODR, 9 ODP dan 2 PDP. Jumlah ini terbilang meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya. Tetapi kami bersyukur hingga detik ini belum ada masyarakat yang positif Corona. Mohon doa dan dukungannya semoga Kabupaten Probolinggo bebas virus Corona,” katanya.

Selanjutnya Anang menjelaskan 2 orang yang masuk PDP ini saat ini sudah mendapatkan penanganan dan dirujuk ke RSUD Sidoarjo dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. PDP ini belum tentu positif Corona karena masih menunggu pemeriksaan dari tim medis.

“PDP ini adalah orang yang mengalami sesak nafas dan biasanya dirawat di rumah sakit. Biasanya PDP ini punya riwayat bepergian ke daerah yang ada kasus Corona atau pernah kontak dengan orang yang positif Corona. Selama dalam perawatan orang ini mendapatkan perlakuan khusus, diperiksa untuk memastikan apakah tertular virus Corona atau tidak,” jelasnya.

Sementara ODR yang berjumlah 164 orang ini adalah orang-orang yang baru saja pulang dari perjalanan ke Negara atau ke kota yang terdapat kasus COVID-19. Contohnya ke China atau Singapura atau Jakarta atau ada riwayat pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif Corona.

“Namun orang ini tidak sakit, tidak panas, tidak batuk dan tidak pilek serta sehat. Jadi hanya faktor resiko saja karena pernah ke daerah yang terdapat kasus COVID-19 dan pernah kontak dengan orang yang positif Corona,” terangnya.

Sedangkan ODP yang jumlahnya mencapai 9 orang ini kasusnya sama dengan ODR. Hanya saja sudah mulai ada gejala gangguan saluran pernafasan tetapi ringan. Seperti batuk atau panas atau pilek atau sakit kepala atau sakit tenggorokan.

“Sekali lagi kalau sudah atau maka tidak harus semuanya, jadi salah satu saja. Baik ODR maupun ODP ini adalah orang sehat. Makanya mereka tidak dirawat. Artinya kalaupun sudah ada batuk mereka hanya diberi obat jalan dan diawasi saja,” tegasnya.

Anang pun menyarankan agar ODR dan ODP untuk melakukan isolasi mandiri serta mengurangi kontak dengan orang lain dan lebih banyak di rumah selama 14 hari. Kalau ada batuk segera pakai masker dan selalu terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kalau ODR dan ODP yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya akan diawasi dibantu oleh tenaga kesehatan setempat selama 14 hari. Hal ini dikarenakan masa inkubasi dan masa tumbuhnya virus adalah 14 hari. Kalau setelah 14 hari tidak sakit, berarti dia sehat dan tidak tertular. Kalaupun nanti dirawat di rumah sakit semuanya akan ditanggung dan difasilitasi oleh pemerintah,” tambahnya.

Seiring dengan perkembangan situasi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo, Anang meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik serta tetap menjaga kontak dan tidak kemana-mana.

“Tidak henti-hentinya kami meminta kepada masyarakat untuk sementara waktu untuk tetap di rumah dulu. Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin melakukan olahraga dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Apabila batuk pakailah masker,” pungkasnya.

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian meminta kepada sejumlah awak media agar bisa menyikapi situasi saat ini dengan sebaik-baiknya. “Pada prinsipnya saya meminta kepada teman-teman jurnalis supaya bisa memberikan informasi yang bisa menyejukkan masyarakat sehingga masyarakat tetap siaga dan tidak panik,” katanya. (wan)