Monday, September 20, 2021
Depan > Pemerintahan > Sekda Soeparwiyono Pantau Susenas 2020

Sekda Soeparwiyono Pantau Susenas 2020

Reporter : Mujiono
SUMBERASIH – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono memantau pelaksanaan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Kamis (12/3/2020).

Turut serta dalam pemantauan tersebut Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Yulius Christian, Kepala Dinas Perhubungan Heri Sulistyanto serta Camat Sumberasih Rachmad Hidayanto.

Susenas secara serentak dimulai pada tanggal 1 hingga tanggal 15 Maret 2020 untuk dilakukan pendataan tentang pembangunan tentunya dibidang sosial ekonomi secara berkesinambungan. Para petugas dari BPS Kabupaten Probolinggo melakukan tanya jawab kepada salah satu peserta yang masuk pada data Susenas 2020.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono menjelaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo mendukung sepenuhnya atas Susenas di Kabupaten Probolinggo. Desa Gili Ketapang merupakan salah satu sasaran pelaksanaan Susenas ini berjalan dengan baik dan lancar serta diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Segala pertanyaan dari petugas sensus dapat terlayani dan terjawab dengan baik sesuai data.

“Semoga kegiatan Susenas di tahun 2020 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Program sensus ini merupakan kebutuhan pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan nasional. Susenas adalah komoditas data yang dinanti-nanti oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mengetahui indeks kemiskinan, IPM, indeks gini rasio ketimpangan sosial dan jumlah angka stunting nasional,” katanya.

Sementara Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono menyampaikan Susenas 2020 ini sampling berada di Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih. Sample yang ada di Desa Gili Ketapang sejumlah 10 rumah tangga yang mewakili 3000 rumah tangga. Dengan bantuan Pemkab Probolinggo, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar saat mewancarai tiap-tiap rumah tangga dengan jawaban yang baik dan sejujur-jujurnya. (y0n)