Depan > Pendidikan > Pengawas Sekolah Jadi Pengawal Mutu Pendidikan

Pengawas Sekolah Jadi Pengawal Mutu Pendidikan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengawas sekolah itu menjadi pengawal mutu pendidikan di satuan pendidikan. Jadi sebelum satuan pendidikannya itu berkualitas dan kompeten guru-gurunya, maka pengawas sekolahnya harus berkualitas dan kompeten terlebih dahulu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi ketika memberikan motivasi dalam workshop peningkatan kompetensi pengawas sekolah (PAUD, SD dan SMP) se-Kabupaten Probolinggo di Café and Resto Happy Kraksaan, Senin (7/3/2022).

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat dan untuk terus berkreatifitas bagi para pengawas sekolah. Disamping meningkatkan kompetensinya, apa yang didapatkan itu nanti akan ditularkan dan didesiminasikan kepada kepala sekolah yang menjadi wilayah binaannya. Jadi ini semangatnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Rozi menjelaskan selama ini kompetensi pengawas sekolah itu sudah sangat baik. Tetapi zaman terus berubah dan tuntutan terus berubah. Terlebih saat ini sudah ada Kurikulum Merdeka. “Hari ini ada yang namanya Revolusi Industri 4.0 dan smart society 5.0. Itu juga menuntut satu kompetensi lebih dari pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas supervisinya,” jelasnya.

Lebih lanjut Rozi menegaskan bahwa jumlah pengawas sekolah yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan satuan pendidikan tidak ideal. “Pengawas sekolah itu di semua jenjang masih kurang, tetapi kemudian tidak boleh berkeluh kesah, bagaimana yang ada ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerjanya dan mampu berbagi dengan sekolah-sekolah yang ada,” terangnya.

Menurut Rozi, peningkatan kompetensi pengawas sekolah saat ini dalam rangka memastikan bahwa supervisi semua pengawas sekolah menjadi pengawas sekolah yang kompeten dengan segala macam dinamikanya.

“Idealnya 1 orang pengawas sekolah ini menangani 10 sekolah SD binaan. Sementara untuk SMP 1 orang pengawas sekolah menangani 40 orang guru. Solusinya, supervisi itu tetap harus dilaksanakan bagaimanapun caranya. Selain itu, selama ini sudah ada diklat calon pengawas untuk kita distribusikan,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Dispendik Kabupaten Probolinggo, saat ini jumlah pengawas sekolah jenjang PAUD sebanyak 13 orang, pengawas sekolah jenjang SD sebanyak 17 orang dan pengawas sekolah jenjang SMP sebanyak 6 orang. (wan)