DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai menyiapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI). Penguatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan AI di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo dengan BLSDM Komdigi Surabaya.
Rangkaian pelatihan telah berjalan sekitar satu bulan melalui metode Self-Paced Learning (SPL) serta pembelajaran hybrid dan daring. Pada Senin (21/9/2026), rangkaian kegiatan secara resmi dibuka dengan metode hybrid yang memungkinkan peserta mengikuti pembelajaran secara luring maupun melalui ruang digital.
Pelatihan ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto bersama Kepala BLSDM Komdigi Surabaya Bagus Winarko.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menekankan kehadiran AI harus dipandang sebagai alat untuk mendukung perubahan cara kerja ASN, bukan menggantikan peran aparatur.
“AI bukan untuk menggantikan peran ASN, tetapi membantu ASN bekerja lebih cepat, lebih efektif dan lebih berkualitas. Yang penting adalah bagaimana teknologi ini dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara Kepala BLSDM Komdigi Surabaya Bagus Winarko menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia seiring perkembangan teknologi yang terus berlangsung. “Teknologi akan terus berkembang. Karena itu, yang perlu kita siapkan bukan hanya teknologinya, tetapi manusianya. ASN harus memiliki kemampuan untuk memahami, menggunakan dan memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Pelatihan tersebut dirancang dalam tiga fokus pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan ASN. Pertama, pemanfaatan AI di pemerintahan dengan durasi 32 jam pelajaran (JP) yang dilaksanakan pada 21–24 September 2026. Program ini menyasar Kasubag Umpeg dan staf yang membidangi.
Kedua, AI for Content Creator selama 22 JP pada 28–30 September 2026. Pelatihan tersebut ditujukan bagi staf yang menangani pengelolaan media sosial dan kehumasan. Ketiga, Generative AI untuk peningkatan kinerja ASN dengan durasi 18 JP. Program ini berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 dan terbuka bagi seluruh ASN melalui rangkaian pembelajaran SPL, daring dan hybrid.
Perpaduan metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara mandiri, mengikuti pembelajaran digital, sekaligus memperdalam pemahaman melalui interaksi dan praktik langsung.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Probolinggo membangun ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung pekerjaan secara lebih efektif sekaligus tetap dilakukan secara produktif dan bertanggung jawab.
Transformasi digital di lingkungan pemerintahan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar teknologi tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pekerjaan ASN dan pelayanan kepada masyarakat. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
