Wednesday, April 21, 2021
Depan > Kesehatan > Pemkab Lakukan Pendataan dan Pemeriksaan Post Mortem Kurban Idul Adha 1441 H

Pemkab Lakukan Pendataan dan Pemeriksaan Post Mortem Kurban Idul Adha 1441 H

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan post mortem kurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah, Jum’at (31/7/2020) di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran DPKH Kabupaten Probolinggo drh Yukti Widiatmaningsih didampingi Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto dan Koordinator Wilayah III drh Nurma S.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesmavet dan Kesrawan, Permentan Nomor 11 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Kurban dan SE Kementrian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan Nomor 0008/PK.320/2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Corona Virus Disease (COVID-19).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengawasan dan pendataan juga pemeriksaan post mortem (daging ternak).

“Hal ini demi menjamin keamanan pangan produk hewan khususnya daging ternak (sapi/domba/kambing) yang akan diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima daging kurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah,” katanya.

Menurut Niko, pada hari Jum’at sampai jam 16.00 WIB telah terkumpul data pemotongan ternak kurban pada 8 (delapan) kecamatan se-Kabupaten Probolinggo dengan jumlah pemotongan ternak sebanyak 972 ekor terdiri dari sapi 213 ekor, domba 572 ekor dan kambing sebanyak 187 ekor.

“Dari 972 ekor ternak yang dipotong dilaporkan ada 1 hati pada domba dan sapi yang mengandung cacing hati dan sudah disampaikan kepada takmir masjid/panitia kurban untuk tidak membagikan/mengkonsumsi hati domba dan sapi tersebut. Sebaiknya dibuang dikhawatirkan nanti akan menyebabkan sakit pada manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut Niko menerangkan akmir masjid/panitia kurban di Kabupaten Probolinggo ada juga yang akan melakukan penyembelihan di hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2020 karena Idul Adha bertepatan dengan hari Jum’at, dimana umat muslim menjalankan Sholat Jum’at.

“Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo tetap melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan post mortem sampai tanggal 3 Agustus 2020 karena data pemotongan kabupaten/kota juga akan dilaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Niko menambahkan takmir masjid/panitia kurban di Kabupaten Probolinggo ada yang sudah menerapkan pembagian daging kurban dengan cara mengantar langsung ke rumah masyarakat yang berhak menerima. Jadi tidak ada kerumunan massa sehingga mencegah penularan wabah bencana non alam Corona Virus Disease (COVID-19).

“Disarankan agar para takmir masjid/panitia kurban untuk membungkus daging kurban dengan besek/plastik warna putih bukan plastik berwarna karena itu terbuat dari bahan daur ulang sehingga akan mempengaruhi hiegines daging,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal