Saturday, September 18, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pelaku Usaha Madu Diberikan Motivasi Kewirausahaan

Pelaku Usaha Madu Diberikan Motivasi Kewirausahaan

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan motivasi kewirausahaan bagi pelaku usaha madu di Pendopo Kecamatan Lumbang, Senin (6/9/2021).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Camat Lumbang Junaedi dan narasumber Ketua Forum UKM Mandiri Jawa Timur Nico Trisno ini diikuti UKM binaan dan pelaku usaha pemula yang meliputi pelaku usaha wilayah pendukung penghasil madu dari Kecamatan Sukapura, Sumber, Lumbang dan Kuripan.

Motivasi kewirausahaan bagi pelaku usaha madu ini bertujuan bagaimana kegiatan pelaku usaha saat ini dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19 dan langkah-langkah apa saja yang dilakukan pelaku usaha untuk mempertahankan dan mengembangkan kelangsungan usahanya.

Camat Lumbang Junaedi mengungkapkan di masa pandemi Covid-19 ini, madu yang ada di Kecamatan Lumbang laris manis diburu oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan madu dipercaya mampu meningkatkan imunitas tubuh.

“Kegiatan hari ini pelaku usaha madu dimotivasi agar lebih semangat dan usahanya lebih sukses. Oleh karena itu, kualitas harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami berharap para pelaku usaha madu bisa terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan Kecamatan Lumbang adalah daerah yang berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian dibidang madu dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pelaku usaha.

“Dimasa pandemi Covid-19 ini banyak pelaku usaha khususnya usaha mikro yang gulung tikar, bangkrut dan atau alih profesi. Maka dari itu mari kita bersama-sama bangkit kembali untuk memulai atau mempersiapkan mental kita, tekat kita untuk selalu berkarya sesuai dengan keahlian masing-masing,” katanya.

Menurut Anung, di Kecamatan Lumbang ini ada potensi kelompok tani madu dan olahan yang berbahan dasar madu yang penjualannya dilakukan secara glondongan ataupun tradisional.

“Program Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah berencana di tahun 2022 ini akan membranding Kecamatan Lumbang sebagai sentra madu yang berbasis kampong madu. Namun tidak menutup kemungkinan kecamatan sekitar Lumbang ini juga ikut berperan aktif sebagai bagian penghasil madu,” jelasnya.

Anung berpesan kepada para pelaku usaha madu agar tidak patah semangat dengan adanya kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Masih ada solusi yang bisa diperbuat dengan melakukan penjualan/pemasaran yang berbasis online melalui media-media yang ada.

“Kami berupaya keras walaupun dalam masa pandemi Covid-19 kita masih tetap eksis sehingga potensi lokal yang ada dimasing-masing wilayah tidak terbuang dengan percuma. Kami berharap pelaku usaha untuk terus semangat dan tekun dalam mengembangkan usahanya,” harapnya. (wan)