Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Pasca Bencana Banjir, Dinsos Lakukan Assesment

Pasca Bencana Banjir, Dinsos Lakukan Assesment

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Tagana Kabupaten Probolinggo terjun langsung melakukan assessment dan menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir akibat hujan deras mulai jam 05.00 WIB hingga 10.00 WIB, Kamis (26/5/2022).

Assessment ini dilakukan kepada 5 (lima) desa terdampak banjir mulai pukul 14.00 hingga 20.30 WIB. Yakni, Desa Brumbungan Lor, Desa Klaseman, Desa Bulang dan Desa Gending Kecamatan Gending serta Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal dalam mendata warga yang terkena dampak bencana banjir agar dapat diberikan bantuan pasca bencana banjir tersebut.

“Kedatangan kita ke lokasi banjir untuk melihat secara langsung dampak banjir kepada masyarakat. Termasuk tingkat keparahan akibat banjir dan apa saja yang dibutuhkan masyarakat pasca banjir. Misalnya sembako, sandang ataupun peralatan dapur atau makanan siap saji karena tidak bisa memasak,” katanya.

Dari hasil assessment tersebut jelas Siti Mariam, masyarakat terdampak banjir di Desa Brumbungan Lor sebanyak 50 KK dan 3 KK mengungsi ke balai desa setempat, Desa Klaseman sebanyak 16 KK, Desa Bulang sebanyak 15 KK, Desa Gending sebanyak 30 KK dan Desa Sukokerto sebanyak 18 KK.

“Semua data yang kita peroleh langsung di catat. Setiap desa berapa KK yang terdampak banjir. Sebisa mungkin hari itu juga kita memberikan bantuan logistik sesuai persediaan yang ada di Dinsos. Jika tidak mencukupi, kita akan ajukan ke pusat atau provinsi. Jadi habis assessment ini kita bisa langsung menyerahkan bantuan ke masyarakat atau kembali lagi besoknya menunggu laporan dari kepala desa,” jelasnya.

Siti Mariam menerangkan berdasarkan hasil assessment yang dilakukan, kebutuhan dari masyarakat terdampak banjir meliputi paket sandang, makanan siap saji, makanan anak, selimut, peralatan dapur, food ware serta sembako.

“Harapannya apa yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir. Semoga ke depan, bendungan, plengsengan atau bronjong di sepanjang sungai di desa bisa lebih ditinggikan. Bisa juga tanah sungai mungkin dikeruk sehingga bisa mengurangi pendangkalan,” pungkasnya. (wan)