Depan > Kemasyarakatan > DWP Gelar Seminar Pengetahuan dan Ketrampilan serta Etika Kepribadian Dalam Bermasyarakat

DWP Gelar Seminar Pengetahuan dan Ketrampilan serta Etika Kepribadian Dalam Bermasyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo menggelar seminar tentang pengetahuan dan ketrampilan serta etika kepribadian dalam bermasyarakat di ruang pertemuan PKK Kabupaten Probolinggo, Selasa (6/9/2022).’

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono ini diikuti oleh 65 orang Ketua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Dosen Unesa Dr Miftakhul Jannah, S.Psi., M.Si., Psikolog.

“Saya berharap ibu-ibu lebih bisa menerapkan ilmu etika ini di kehidupan sehari-hari sehingga dapat mewujudkan dan menumbuhkan tingkah laku yang positif yang bertujuan untuk menggugah manusia agar bertindak secara otonom yang bebas dan bertanggung jawab sehingga dapat membedakan dirinya sendiri dengan orang lain,” kata Ketua Panitia Ny. Sumarlik Nanang.

Sementara Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono mengatakan etika dalam kehidupan bermasyarakat memiliki peranan yang penting yang sejak dulu sudah dipelajari mulai sekolah dasar hingga di kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu kita sebagai istri ASN seharusnya memiliki pengetahuan moral yang tinggi, sehingga dapat kita jadikan sebagai teori moral yang dapat diimplementasikan dalam pergaulan sehari-hari,” katanya.

Sudjilawati menjelaskan, seminar ini dilakukan supaya Ketua DWP lebih mudah menentukan kebenaran tentang pandangan dan tanggapan terhadap norma-norma moral dalam bermasyarakat serta menuntut semua Ketua DWP untuk bersikap rasional agar membentuk individual menjadi lebih otonom dan memberi kemungkinan untuk mengambil sikap serta ikut menentukan arah perkembangan masyarakat dan menjadi tolak ukur dalam menghadapi berbagai perbedaan moral yang ada di masyarakat.

“Dengan demikian masyarakat dapat beragumentasi secara kritis serta dapat mengambil sikap wajar dalam menghadapi sesamanya. Dengan begitu akan terciptanya kerukunan, saling tolong menolong, rasa gotong royong dan rasa empati,” pungkasnya. (wan)