Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan menerima kunjungan silaturahim dan perkenalan diri dari Wakapolres Probolinggo Kompol Supiyan di Kantor PCNU Kota Kraksaan di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Rabu (1/11/2023) siang.
Kehadiran Wakapolres Probolinggo ini disambut oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Ahmad Muzammil bersama segenap jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Ahmad Muzammil menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakapolres Probolinggo di Kantor PCNU Kota Kraksaan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dan silaturahim antara PCNU Kota Kraksaan dengan Polres Probolinggo. Kami berharap jika ada kegiatan dapat melibatkan unsur PCNU Kota Kraksaan sehingga semakin terjalin sinergitas,” ujarnya.
Muzammil meminta kepada Wakapolres agar segala kegiatan yang tidak seirama dengan ajaran Islam dan regulasi pemerintah hendaknya dilakukan gerakan pengamanan amar makruf nahi munkar. Kedepan sinergitas antara Polres Probolinggo dan PCNU Kota Kraksaan bisa lebih ditingkatkan, utamanya pengawasan penggunaan medsos (media sosial).
“Terkait dengan inflasi dan ketahanan pangan, PCNU Kota Kraksaan diminta ikut menjaga atau mengawasi program pemerintah, terutama masalah tataniaga pupuk tegak lurus agar HET-nya supaya dipatuhi oleh kios. Tidak ada lagi keluhan dari tataniaga pupuk,” terangnya.
Sementara Wakapolres Probolinggo Kompol Supiyan mengatakan ke depan akan mensinergitaskan antara Polres Probolinggo dengan PCNU Kota Kraksaan dalam hal menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Apabila ada hal-hal yang perlu disampaikan kepada aparat kepolisian, Polres Probolinggo dengan cepat dan konsisten akan melayani apa yang menjadi keluhan dari masyarakat,” katanya.
Menghadapi agenda Pemilu tahun 2024, Wakapolres meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya warga NU untuk menghindari bentuk-bentuk adanya provokasi melalui berita-berita hoax di media sosial (medsos).
“Berita hoax ini harus betul-betul dicegah dan kita harus bijak dalam menilai berita yang beredar di media sosial. Hal-hal yang kiranya akan menimbulkan keresahan, maka itu harus disikapi dengan bijak dan baik,” jelasnya.
Sedangkan Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan mengungkapkan bahwa saat ini dengan adanya media sosial memudahkan masyarakat dalam mengakses setiap informasi yang berkembang. Namun media sosial pastinya memiliki sisi positif dan negatif yang mana dapat berpengaruh dalam kehidupan.
“Saat ini masih terdapat penjual minumam keras (miras) secara bebas di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sementara awal dari tindak kejahatan diawali dengan mengkomsumsi minuman keras,” ungkapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi secara umum antara Wakapolres Probolinggo Kompol Supiyan dengan segenap pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan. (wan)
