Friday, September 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DPPKB Berikan Pelatihan Rajut Bagi Warga Desa Wringin Anom

DPPKB Berikan Pelatihan Rajut Bagi Warga Desa Wringin Anom

Reporter : Mujiono
TONGAS – Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya dimasa pandemi Covid-19, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan rajut, Senin (14/6/2021) di Balai Desa Wringin Anom Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan rajut ini diikuti oleh 15 orang peserta dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Tongas Sumarno didampingi Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Umi Setyowati.

Belasan peserta ini diwajibkan mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir selama 5 (lima) hari dan dilanjutkan dengan sesi penutupan sekaligus penyerahan sertifikat. Pada sesi pembukaan ini para peserta memperoleh peralatan dan bahan dari DPPKB Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan rajut ini sesuai dengan program Bupati Probolinggo melalui DPPKB Kabupaten Probolinggo ingin mencetak para perempuan-perempuan yang kreatif, khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Wringin Anom Kecamatan Tongas. Selama pelatihan mereka mendapatkan bimbingan dari narasumber Shofy dari Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas yang merupakan pengusaha rajut/handycraft dan Sharma Budipertiwi dari Kecamatan Tegalsiwalan selaku pengusaha rajut dan batik.

Sekretaris Kecamatan Tongas Sumarno meminta agar para peserta bisa mengikuti pelatihan rajut ini dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir dan mampu diterapkan dengan baik kedepannya.

“Dengan munculnya potensi keterampilan merajut dan memiliki hasil yang baik, Pemerintahan Desa Wringin Anom akan membantu kaum perempuan yang memiliki keterampilan merajut dalam segi pemasarannya,” ujarnya.

Sementara Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menegaskan kepada 15 orang peserta ini untuk terus berlatih hingga memiliki kemampuan yang lebih hingga memiliki kualitas rajutan yang baik.

“Ilmu pengetahuan merajut ini sangat bermanfaat dan mendukung terhadap perekonomian masyarakat. Dengan keterampilan merajut yang dimilikinya untuk dikembangkannya, sehingga hasil rajutannya dapat dijual untuk menambah penghasilan sehari-hari,” katanya.

Anang mengharapkan dengan kegiatan ini nantinya mampu menciptakan perempuan-perempuan yang kreatif sesuai program Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Sebab dengan munculnya perempuan-perempuan kreatif dan berwirausaha dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan terlebih pada situasi pandemi Covid-19. “Ini sebuah langkah awal agar supaya masyarakat menjadi lebih maju perekonomiannya,” pungkasnya. (y0n)