Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DMI Kabupaten Probolinggo Dorong Takmir Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Strategis Masjid

DMI Kabupaten Probolinggo Dorong Takmir Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Strategis Masjid

KRAKSAAN – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Probolinggo mendorong pengurus takmir tidak hanya fokus pada pengelolaan kegiatan ibadah, tetapi juga memperkuat manajemen organisasi dan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan dalam kegiatan optimalisasi peran dan fungsi takmir di Masjid Jami’ Nurul Amin At-Taqwa Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan, Jum’at (2/10/2026) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat Isya sekitar pukul 19.30 WIB itu diikuti sekitar 100 peserta. Pembinaan tersebut menghadirkan Al-Ustaz Solehuddin dari Kecamatan Gading sebagai salah satu narasumber.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai kefasihan membaca Surah Al-Fatihah. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan karena bacaan Al-Fatihah berkaitan langsung dengan pelaksanaan salat.

Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh Barzan menyampaikan peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga dilatih agar mampu membaca Surah Al-Fatihah secara tepat. Aspek yang diperhatikan meliputi tajwid dan makhrajul huruf.

Pengurus Masjid Jami’ Nurul Amin At-Taqwa Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan mengikuti kegiatan optimalisasi peran dan fungsi masjid. (Foto :DMI)

“Kemampuan membaca Al-Fatihah dengan benar perlu menjadi perhatian karena surah tersebut merupakan bagian dari rukun salat. Materi ini kita anggap penting karena membaca Surah Al-Fatihah itu merupakan rukun salat, sehingga Fatihahnya harus tepat dan benar,” katanya.

Barzan mengatakan pembinaan terhadap takmir tidak berhenti pada aspek kemampuan membaca Al-Fatihah. DMI Kabupaten Probolinggo juga memberikan perhatian terhadap kemampuan pengurus dalam menata manajemen dan keorganisasian masjid.

Materi mengenai manajemen dan keorganisasian tersebut disampaikan langsung oleh Barzan. Pembinaan ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada pengurus takmir dalam menjalankan tugasnya.

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan pengurus takmir, sehingga bisa bekerja lebih maksimal lagi untuk menghidupkan peran dan fungsi masjid sebagaimana semestinya,” jelasnya.

Barzan menilai keberadaan masjid memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat. Ia merujuk pada fungsi masjid pada zaman Rasulullah SAW yang menjadi tempat berbagai aktivitas ibadah dan kemasyarakatan.

Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan memberikan materi dalam kegiatan optimalisasi peran dan fungsi masjid di Masjid Jami’ Nurul Amin At-Taqwa Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan. (Foto :DMI)

“Masjid dapat menjadi ruang yang mempertemukan kebutuhan keagamaan dengan kehidupan sosial masyarakat. Pengurus takmir perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana mengoptimalkan fungsi tersebut. Karena masjid itu pada zaman Rasulullah SAW tidak hanya tempat salat saja, tapi segala aktivitas ibadah dan kemasyarakatan dilaksanakan di masjid,” terangnya.

Ia mencontohkan pada masa Rasulullah SAW, masjid juga digunakan untuk berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai luasnya fungsi masjid dalam kehidupan umat.

“Rasulullah SAW bahkan menyusun strategi perang itu di dalam masjid, mengatur pemerintahan di masjid serta kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan juga dilaksanakan di masjid,” tegasnya.

Atas dasar itu terang Barzan, DMI Kabupaten Probolinggo ingin mendorong masjid agar dapat memainkan peran yang lebih sentral dalam kehidupan masyarakat. Optimalisasi tersebut membutuhkan pengurus takmir yang memiliki pemahaman keagamaan sekaligus kemampuan mengelola organisasi. “Kita ingin masjid bisa berperan sentral daripada kegiatan masyarakat itu,” tuturnya.

Menurut Barzan, pembinaan takmir menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas pengurus masjid. Pengurus tidak hanya dituntut mampu menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga memahami bagaimana organisasi masjid ditata dan dikembangkan.

Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan bersama pengurus Takmir Masjid Jami’ Nurul Amin At-Taqwa Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan dalam kegiatan optimalisasi peran dan fungsi masjid. (Foto :DMI)

“Dalam konteks ini, materi bacaan Al-Fatihah dan manajemen organisasi diberikan dalam satu kegiatan. Aspek ibadah diperkuat melalui pembelajaran bacaan yang benar, sementara aspek kelembagaan diperkuat melalui materi manajemen dan keorganisasian,” tuturnya.

Barzan berharap kombinasi pembinaan tersebut memberikan manfaat langsung bagi para peserta. “Dengan wawasan yang bertambah, pengurus takmir diharapkan dapat menjalankan peran dan fungsi masjid secara lebih maksimal,” lanjutnya.

Ia juga kembali menekankan pentingnya ketepatan bacaan dalam salat, khususnya Surah Al-Fatihah. Perhatian terhadap tajwid dan makhrajul huruf menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh jamaah. “Bagaimana jamaah masjid itu salatnya benar, terutama bacaan Fatihahnya itu benar. Tajwidnya, makhrajul hurufnya dan semuanya itu benar,” ujarnya.

Barzan menyampaikan kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan baik dan diikuti peserta secara aktif. Harapannya kegiatan serupa dapat memberikan manfaat bagi para pengurus takmir dan mendukung penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat. “Harapan kami mudah-mudahan kegiatan ini dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info