Tuesday, March 5, 2024
Depan > Pendidikan > 28 CGP Ikuti Lokakarya 7 PGP Angkatan 8

28 CGP Ikuti Lokakarya 7 PGP Angkatan 8

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebanyak 28 orang Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 8 dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK mengikuti kegiatan lokakarya 7 Program Guru Penggerak (PGP) angkatan 8 tahun 2023 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (5/12/2023).

Lokakarya selama dua hari Senin dan Selasa (4-5/12/2023) yang dikemas dalam tajuk Festival Panen Hasil Belajar CGP tersebut merupakan puncak kegiatan PGP Angkatan 8 Kebijakan Merdeka Belajar Episode kelima. Kegiatan ini sekaligus sebagai penanda berakhirnya kegiatan pembelajaran bagi CGP Angkatan 8 Tahun 2023 Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam lokakarya tersebut Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto bersama perwakilan Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur Yulia Kartika Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.

Dalam kesempatan tersebut Pj Sekda Heri mengunjungi stand pameran hasil kreasi dan inovasi belajar yang disajikan oleh Calon Guru Penggerak Angkatan 8, lulusan Guru Penggerak Angkatan 4 dan 7 PGP Angkatan 3, Komunitas Belajar, Inovasi Pembelajaran kelas rangkap, Komunitas Hasil Diklat KTI serta stand Kepala Sekolah hebat Tahun 2023 yang merupakan lulusan Guru Penggerak.

Dalam sambutannya Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto sangat mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya kali ini. Menurutnya hasil kreasi dan inovasi belajar yang ditampilkan saat ini merupakan refleksi dan bukti nyata hasil karya guru dan komitmen Pemkab probolinggo dalam mendukung kebijakan nasional Implementasi Kurikulum Merdeka.

Tidak lupa Pj Sekda Heri juga mengacungi jempol atas supporting Para Pengajar Praktik, para lulusan guru penggerak angkatan 4 dan 7, para kepala sekolah penyelenggara program sekolah penggerak, komunitas belajar, pelaksana inovasi program multigrade, komunitas alumni diklat karya tulis ilmiah PTK PAUD-PNF dan para kepala sekolah dari guru penggerak.

“Kita sadari meskipun saat ini adalah era digitalisasi dan memungkinkan terjadinya interaksi belajar mengajar jarak jauh dan daring, akan tetapi kehadiran seorang guru dalam mendidik, membimbing dan menilai tidak serta-merta dapat digantikan oleh perangkat teknologi yang ada,” ungkapnya.

Pj Sekda Heri mengemukakan dalam program guru penggerak, guru sebagai pelaku sekaligus penggerak pembangunan sumber daya manusia, memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Tidak hanya unggul dalam bidangnya, terutama juga dalam mendidik dan membentuk karakter generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur.

“Guru sebagai suri teladan dalam proses pembelajaran formal, menjadi aspek penting bagi perkembangan karakter para peserta didik yang pada akhirnya mampu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Mari kita hadirkan kembali filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani dan rohani”, tandasnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menjelaskan bahwa seluruh CGP Angkatan 8 sebanyak 28 orang kali ini terdiri dari jenjang Guru SD 19 orang, Guru SMP 6 orang dan Guru SMA/SMK 3 orang.

Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo ini berharap agar kedepannya bisa lebih banyak guru yang mendaftar dan lulus di program guru penggerak. Karena sesuai amanat Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021, guru penggerak adalah guru yang dikader dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin pada satuan pendidikan.

“Pendidikan Guru Penggerak di Kabupaten Probolinggo saat ini sudah memasuki Angkatan 9 dan sedang berlangsung pembelajaran lokakarya sebanyak 129 guru. Komitmen kami bersama Pj Bupati Probolinggo, untuk memprioritaskan Guru Penggerak untuk menjadi Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo,” terang penggemar olahraga roadbike ini.

“Ada dua ribu lowongan Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo mulai dari jenjang TK sampai SMP. Sementara hari ini masih ada sekitar 300 orang guru penggerak, berarti masih ada peluang sebanyak 1.700 orang. Oleh karenanya tularkan semangat ini kepada guru-guru yang lain,” imbuhnya.(dra)