PROBOLINGGO – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memperkuat komitmen mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi pentahelix bersama Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong. Sinergi tersebut diwujudkan dalam Seminar UMKM bertajuk “UMKM Naik Kelas, Makin Cuan” yang berlangsung di ruang pertemuan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat digitalisasi UMKM sebagai fondasi penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Probolinggo. Puluhan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan mengikuti seminar yang mengangkat tema “Pengaruh Literasi Digital terhadap Adopsi dan Pemanfaatan Aplikasi Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu (SIMADU) SAE Probolinggo oleh UMKM di Kabupaten Probolinggo”.
Seminar tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkenalkan aplikasi SIMADU SAE sebagai platform yang mendukung pengelolaan usaha secara lebih modern, efektif dan terintegrasi.

Selama seminar berlangsung, peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai penggunaan berbagai fitur SIMADU SAE. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi yang membahas berbagai tantangan saat beralih dari sistem pencatatan manual menuju pengelolaan usaha berbasis digital.
Kepala Program Studi Informatika Unhasa Genggong Wahyu Nofiyan Hadi mengatakan literasi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan dunia usaha yang semakin berbasis teknologi. Kemampuan memahami teknologi akan menentukan keberhasilan pelaku usaha dalam mengadopsi berbagai inovasi digital yang telah disiapkan pemerintah.
“Tingkat literasi digital sangat berpengaruh terhadap bagaimana para pelaku UMKM menerima dan memanfaatkan aplikasi SIMADU secara optimal. Aplikasi ini sejatinya dirancang untuk mempermudah tata kelola dan operasional bisnis, namun potensinya hanya bisa dirasakan jika penggunanya memiliki pemahaman teknologi yang memadai,” katanya.

Wahyu menambahkan, SIMADU SAE dikembangkan sebagai sistem manajemen terpadu yang mampu membantu pelaku UMKM dalam mengelola administrasi usaha, meningkatkan efisiensi operasional hingga mendukung pengembangan bisnis. “Manfaat aplikasi tersebut akan optimal apabila dibarengi dengan peningkatan kemampuan digital para penggunanya,” lanjutnya.
Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani menegaskan SIMADU SAE merupakan platform digital yang dikembangkan DKUPP sebagai sarana pendataan, pembinaan, promosi hingga pemasaran produk UMKM secara terintegrasi.
“Aplikasi SIMADU SAE merupakan platform digital yang dikembangkan DKUPP Kabupaten Probolinggo untuk mendukung pendataan, pembinaan, promosi dan pemasaran produk UMKM secara terintegrasi. Aplikasi ini diharapkan mampu menjadi sarana yang mempermudah pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya serta memperluas akses pasar,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan, perkembangan teknologi telah mengubah pola bisnis sehingga pelaku UMKM harus mampu beradaptasi agar tetap kompetitif. “Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM agar semakin kompetitif, inovatif dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha, Iqbal berharap tingkat adopsi SIMADU SAE terus meningkat. “Semakin banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi digital, semakin besar peluang meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pemasaran, memperkuat daya saing produk lokal serta mendorong pertumbuhan perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
