Saturday, April 13, 2024
Depan > Pendidikan > Penyuluh KUA Kemenag Ikuti Kemah Moderasi Beragama

Penyuluh KUA Kemenag Ikuti Kemah Moderasi Beragama

Reporter : Syamsul Akbar
MOJOKERTO – Sebanyak 4 (empat) Penyuluh KUA di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo mengikuti kemah moderasi beragama bagi penyuluh agama dan ormas kepemudaan Islam di UBAYA Trainig Center (UTC) Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Senin hingga Rabu (29-31/8/2022).

Kegiatan yang mengambil tema “Membangun Harmoni dalam Kehidupan Sosial” ini digelar oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag Republik Indonesia.

Keempat penyuluh non PNS di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo yang mengikuti kemah moderasi beragama tersebut diantara Muhammad Mahin, Sunari, Lailatul Fikriyah dan Sumarlik.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan kemah moderasi beragama ini sangat bermanfaat untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama anak bangsa tanpa memandang agama. “Perlu digaris bawahi bahwa yang di moderasi adalah beragamanya, bukan agama karena agama tidak perlu dimoderasi,” katanya.

Bahtiar menjelaskan moderasi beragama ini merupakan salah 1 dari 7 Program Prioritas Kemenag dan sudah menjadi landasan utama pembangunan nasional yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024.

“Marilah kita sukseskan bersama dengan mengedepankan empat indikator utama moderasi beragama. Yaitu, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan menghargai kearifan lokal,” jelasnya.

Dengan adanya kemah moderasi bagi penyuluh ini Bahtiar mengharapkan dapat menularkan semangat moderasi beragama di grassroot. “Karena penyuluh agama merupakan garda terdepan Kemenag yang langsung berhubungan dengan masyarakat,” tegasnya.

Sementara Penyuluh KUA Kecamatan Gending Muhammad Mahin mengaku sangat terkesan dengan diadakannya kemah moderasi beragama tersebut. “Selama 4 (empat) hari kita berkumpul dan berinteraksi dengan teman-teman lintas agama. Sejauh ini kami bercanda ala agama namun dengan tetap saling menghargai dan menghormati,” ujarnya.

Mahin mengharapkan semangat moderasi ini terus dapat hadir selalu di hari-hari setiap peserta. “Semoga dapat menginspirasi dan ilmunya terus mengalir kepada masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. (wan)