Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Kecamatan Gending Studi Tiru Pengolahan Sampah Organik dan Sampah Residu Popok Sekali Pakai di Desa Binor

Kecamatan Gending Studi Tiru Pengolahan Sampah Organik dan Sampah Residu Popok Sekali Pakai di Desa Binor

PAITON – Pemerintah Kecamatan Gending menggandeng CSR PT POMI-Paiton Energy menggelar studi banding sekaligus pelatihan pengolahan sampah organik dan sampah residu popok sekali pakai di Bank Sampah Binor Lestari Desa Binor Kecamatan Paiton, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 15 peserta dari Kecamatan Gending yang dipimpin langsung Camat Gending Winda Permata Erianti mengikuti rangkaian kegiatan sejak sesi pemaparan hingga praktik lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Paiton Abdul Bari, Kepala Desa Binor Hostifawati, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo serta CSR Supervisor PT POMI-Paiton Energy Nina Ari Wahyuni.

Kepala Desa Binor Kecamatan Paiton Hostifawati menyampaikan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kecamatan Gending. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Selain mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah residu, rombongan juga diajak melihat secara langsung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berkembang di Desa Binor. Mulai dari operasional Bank Sampah Binor Lestari, budidaya ikan, kebun anggur, greenhouse hingga praktik mengolah popok bekas menjadi pot tanaman yang memiliki nilai jual.

Kepala Desa Binor Hostifawati mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, kegiatan studi banding tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga silaturahmi ini membawa manfaat yang besar. Kita hadir dengan niat yang sama untuk menjaga alam agar tetap lestari. Sampah di Indonesia sudah menjadi persoalan serius, sehingga setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya,” katanya.

Camat Gending Winda Permata Erianti memberikan sambutan di aula Balai Desa Binor Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Hostifawati menjelaskan Desa Binor mulai membangun sistem pengelolaan sampah sejak beberapa tahun lalu melalui pendampingan CSR PT POMI-Paiton Energy. “Salah satu inovasi yang kemudian lahir adalah pemanfaatan sampah popok sekali pakai menjadi pot tanaman,” lanjut.

Menurutnya, inovasi tersebut berawal dari pelatihan sederhana mengenai cara mengolah sampah residu agar memiliki nilai guna. Dari proses tersebut, masyarakat mulai memahami bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat dimanfaatkan kembali.

“Awalnya kami belajar mengolah pampers bekas. Setelah mendapat pelatihan, lahirlah inovasi membuat pot tanaman dari bahan tersebut. Dari situ kesadaran masyarakat mulai tumbuh bahwa sampah bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Kepala Desa Binor Hostifawati menyerahkan cinderamata berupa pot tanaman dari bahan baku sampah residu popok sekali pakai kepada Camat Gending Winda Permata Erianti. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Melalui Bank Sampah Binor Lestari jelas Hostifawati, para orang tua yang memiliki balita kini diajak mengumpulkan popok bekas setiap kegiatan posyandu. Sampah tersebut kemudian dibeli oleh bank sampah sehingga tidak lagi berakhir di sungai maupun saluran air.

Hostifawati menambahkan Desa Binor yang berada di kawasan pesisir menjadi daerah yang paling merasakan dampak kiriman sampah dari wilayah hulu. Saat musim hujan, berbagai jenis sampah, terutama popok sekali pakai, terbawa aliran sungai hingga bermuara di pantai.

“Karena kami berada di muara, hampir setiap musim hujan menerima kiriman sampah. Yang terpenting bukan hanya membersihkan pantai, tetapi mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai sejak dari hulunya,” tegasnya.

Rombongan Kecamatan Gending dipimpin Camat Gending Winda Permata Erianti bersama Kepala Desa Binor Hostifawati dalam penerimaan di aula Balai Desa Binor Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti menyampaikan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah di wilayahnya melalui program GAS MASS (Gending Atasi Sampah, Masyarakat Asri, Sehat dan Sejahtera).

Menurut Winda, Kecamatan Gending masih berada dalam tahap pengembangan sistem pengelolaan sampah. Karena itu, berbagai praktik baik dari Desa Binor menjadi referensi penting untuk diterapkan di desa-desa di wilayahnya.

“Kami masih terus belajar. Terima kasih kepada PT POMI-Paiton Energy dan Pemerintah Desa Binor yang telah membuka ruang bagi kami untuk belajar langsung dari para pegiat lingkungan dan pengelola bank sampah,” ujarnya.

Camat Gending Winda Permata Erianti melihat dari dekat keberadaan green house di Desa Binor Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Winda menjelaskan dari 13 desa di Kecamatan Gending, sebanyak delapan desa telah mulai menjalankan program GAS MASS. “Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah,” lanjutnya.

Lebih lanjut Winda menegaskan, tantangan yang dihadapi Kecamatan Gending hampir sama dengan Desa Binor karena sama-sama berada di kawasan pesisir yang kerap menerima kiriman sampah dari laut maupun sungai.

“Kami juga memiliki sembilan sungai yang sebagian masih menghadapi persoalan sampah. Karena itu kami ingin belajar lebih jauh mengenai pengelolaan sampah organik maupun residu agar dapat diterapkan di desa-desa kami,” jelasnya.

Kepala Desa Binor Hostifawati memberikan penjelasan terkait pengelolaan green house kepada Camat Gending Winda Permata Erianti. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Winda menambahkan arahan Bupati Probolinggo agar studi tiru dilakukan di daerah sekitar dinilai sangat efektif karena memungkinkan setiap wilayah saling berbagi pengalaman tanpa harus melakukan kunjungan jauh. “Semoga apa yang kami peroleh dari Desa Binor ini bisa diimplementasikan di desa-desa di wilayah Kecamatan Gending,” tambahnya.

Di sisi lain, CSR Supervisor PT POMI-Paiton Energy Nina Ari Wahyuni menegaskan keberhasilan menjaga lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kelompok masyarakat, kader lingkungan hingga Tim Penggerak PKK.

“Mereka adalah mitra kami. Kami bekerja bersama kelompok peduli lingkungan, bank sampah, kader lingkungan hingga ibu-ibu PKK yang memiliki semangat besar menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Tim PT POMI-Paiton Energy dan Pemerintah Desa Binor memandu praktek pembuatan pot tanaman dari bahan baku popok bekas sekali pakai bagi rombongan Kecamatan Gending. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Nina mengapresiasi inovasi masyarakat Desa Binor yang mampu mengubah sampah residu, termasuk popok sekali pakai menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus nilai edukasi.

“Perubahan perilaku harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain. Karena itu, seluruh peserta pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” terangnya.

Lebih lanjut Nina mengharapkan setiap peserta menjadi agen perubahan. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, kemudian lingkungan sekitar dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Rombongan Kecamatan Gending melakukan praktek mewarnai pada pot dari bahan sampah residu popok sekali pakai. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

“Kami mengingatkan bahwa sampah yang dibuang sembarangan pada akhirnya akan kembali berdampak terhadap kehidupan manusia melalui pencemaran sungai, laut hingga sumber pangan,” tegasnya.

Nina menambahkan PT POMI-Paiton Energy telah menjalankan berbagai program lingkungan secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur artesis sejak 2014, penghijauan, pengelolaan sampah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap Desa Binor tidak berhenti pada predikat Desa ProKlim Utama, tetapi terus meningkat menjadi Desa ProKlim Mandiri. Kuncinya adalah kolaborasi, gotong royong dan komitmen menjaga lingkungan agar keberlanjutan benar-benar terwujud,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info