Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Gelar Workshop Intensifikasi Usaha Koperasi

DKUPP Gelar Workshop Intensifikasi Usaha Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop intensifikasi usaha koperasi di RM Warunge Buka Kembali di Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (23-24/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 36 orang peserta dari unsur koperasi berbasis wanita di Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber adalah Joko Rohani Sanjaya dan Mokh. Faisol Khusni dari unsur Lapenkop Kabupaten Probolinggo.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini dibertujuan sebagai penguatan kelembagaan usaha berbasis badan hukum koperasi dan penguatan ekosistem usaha koperasi berbasis digital.

“Koperasi merupakan badan usaha berbasis anggota. Inilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Anggota merupakan pemilik dan pengguna jasa koperasi serta kekuatan dan potensi utama pengembangan koperasi sebagaimana komitmen koperasi dari, oleh dan untuk anggota,” katanya.

Sebagai badan usaha jelas Anung, koperasi harus mampu membangun tata kelola yang baik (good cooperative governance), meliputi organisasi, usaha dan permodalan. Ketiga aspek tersebut harus terbangun sistem manajerial yang baik dan berkualitas yang berjalan beriringan.

“Untuk mewujudkan koperasi yang tangguh, sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Untuk itu, ditengah pemulihan ekonomi pasca badai pandemi Covid-19, dan tantangan revolusi industri 4.0, koperasi harus inovatif dan adaptif serta mampu terus menjadi pilar perkonomian nasional untuk mewujudkan koperasi sebagai entitas bisnis yang sehat, tangguh, mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Menurut Anung, akselerasi dan lompatan inovatif harus dilakukan oleh koperasi dalam memberikan pelayanan yang baik kepada anggota dan intensifikasi usaha berbasis digital adalah keniscayaan.

“Semangat dan proses transformasi digital koperasi, tidak cukup go digital dengan pemanfaatan maksimal platform-platform digital semata, namun harus diiringi dengan proses upgrading quality pelaku SDM koperasi. Koperasi harus meningkatkan branding organisasi dan usahanya, untuk dapat benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri atau be digital,” terangnya.

Untuk itu terang Anung, koperasi harus benar-benar out off the box (keluar dari kebiasaan), adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan di tengah pandemi dan terus memperkuat daya saing di tengah persaingan global revolusi industri 4.0, sehingga akselerasi dan lompatan dapat teraih.

“Saya harap, hari ini merupakan momentum bagi koperasi untuk dapat lompat lebih tinggi dan berakselerasi dengan cepat untuk menjadi agen percepatan mobilisasi transformasi digital koperasi di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)