Depan > Kemasyarakatan > Diperta Sosialisasikan Daging Sapi dan Olahannya Aman Dikonsumsi Manusia

Diperta Sosialisasikan Daging Sapi dan Olahannya Aman Dikonsumsi Manusia

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi daging sapi dan olahannya aman dikonsumsi manusia di Pasar Tradisional Wangkal Kecamatan Gading, Kamis (23/6/2022).

Kegiatan ini melibatkan Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi oleh drh. Peni Lestari, drh. Distya, Nurul Yanti, Petugas Teknis RPH dan staf Koordinator Pasar Wangkal.

Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesrawan, Permentan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan serta Permentan Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit Penanganan Daging (Meat Cutting Plant).

Selanjutnya, SE Menteri Pertanian 01/SE/PK.300/M/2022 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak, SE Menteri Pertanian 03/PK.300/M/5/2002 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) dan Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat di pasar tradisional terkait daging sapi saat PMK aman dikonsumsi asal dimasak dengan benar.

“Kami memberikan leaflet terkait daging saat PMK masih aman dikonsumsi dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mencuci daging sapi yang dibeli di pasar tradisional,” katanya.

Niko juga meminta agar masyarakat memastikan agar memilih jeroan yang sudah direbus. “Bekas kemasan daging tidak langsung dibuang namun rendam dengan detergen/pemutih pakaian/cuka dapur untuk mencegah cemaran virus ke lingkungan,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Niko mengharapkan masyarakat kembali mau membeli dan mengkonsumsi daging sapi dan olahannya dan konsumen di pasar tradisional mengetahui cara pengolahan daging setelah dibeli di pasar agar tidak memperluas penularan virus PMK. “Yang paling penting, kios daging sapi kembali ramai dikunjungi oleh pembeli daging sapi,” pungkasnya. (wan)