Thursday, October 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pameran Expo Mitra CSR, Wujud Keberhasilan CSR PT PJB UP Paiton

Pameran Expo Mitra CSR, Wujud Keberhasilan CSR PT PJB UP Paiton

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Pameran Expo Mitra CSR yang dikemas dalam Festival Harmony, Jum’at (13/9/2019) pagi di Pantai Wisata Bhinor Harmony (Bohay), boleh dibilang sebagai wujud keberhasilan CSR PT PJB UP Paiton dalam membina masyarakat sebagai mitra kerja.

Sedikitnya 15 stand kelompok kerja yang ditampilkan saat itu. Ada yang berkokasi di sekitar ring 1 (satu) kawasan kerja PT PJB dan tidak sedikit pula yang berlokasi jauh dari kawasan ring 1. Masing-masing mempunyai bidang dan peran yang berbeda, mulai dari bidang wisata, pertanian, industri kecil bahkan bidang jasa.

Kelompok kerja yang telah berhasil tersebut adalah Kopi “Lang-Baling” Andungbiru, Bank Sampah Harapan Kita, Kelompok Post Akhir, Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo, Training Center Tri Karya Jadi, Udeng Paitonan, KUB Sekar Wahyu, BUMDes Sumber Kembali, KUB AKNA, PKK Bhinor, Kampung Kelor dan UMKM ‘De Paiton.

Melaui kegiatan Festival Harmony yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 PT PJB UP Paiton ini, perusahaan penerima proper emas secara berkesinambungan ini ingin menunjukkan bahwa pihaknya juga berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Probolinggo melalui CSR (Coorporate Social Responsibilty).

Keberadaan pantai wisata edukasi Bohay serta produk unggulan kopi Lang-Baling adalah salah satu wujud kemitraan CSR PT PJB UP Paiton yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat secara langsung.

Hal ini rupanya juga diamini oleh Mahrus Ali, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo yang saat itu juga menampilkam beraneka koleksi batik tulis berkualitas dari 15 pengrajin batik tulis mitra CSR PT PJB UP Paiton.

Mahrus menjelaskan berkah yang dirasakan selama tiga tahun terakhir dengan bermitra CSR ini diantaranya adanya penguatan modal usaha berupa peralatan dan bahan baku bagi anggota-anggota baru, fasilitas peningkatan skill dan mutu melalui pelatihan-pelatihan seputar teknik batik tulis seperti pewarnaan alami dan teknik desain.

“Rencana kami berikutnya adalah studi banding tentang pengolahan limbah industri batik di Solo. Selain itu nantinya kami juga dijadwalkan untuk mengikuti pameran-pameran baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mohon doa restunya ke depan rencananya akan dicanangkan seragam batik tulis untuk seluruh karyawan PLTU,” tandasnya. (dra)