Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Gelar Workshop Intensifikasi Usaha Koperasi

DKUPP Gelar Workshop Intensifikasi Usaha Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop intensifikasi usaha koperasi, Rabu dan Kamis (3-4/8/2022) di Ridho Resort Desa Krejengan Kecamatan Krejengan.

Kegiatan yang diikuti oleh 36 orang dari unsur koperasi professional di Kabupaten Probolinggo ini dihadiri narasumber Edy Supangkat dari PK-PRI Kabupaten Probolinggo dan Josef Teguh Sulaksono dari DKUPP Kabupaten Probolinggo serta Pengawas Koperasi Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani dan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk penguatan kelembagaan usaha berbasis badan hukum koperasi. “Selain itu penguatan ekosistem usaha koperasi berbasis digital,” katanya.

Anung menjelaskan koperasi merupakan badan usaha berbasis anggota. Inilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Anggota merupakan pemilik dan pengguna jasa koperasi serta kekuatan dan potensi utama pengembangan koperasi sebagaimana komitmen koperasi “Dari, Oleh dan Untuk Anggota”.

“Sebagai badan usaha, koperasi harus mampu membangun tata kelola yang baik (good cooperative governance) meliputi organisasi, usaha dan permodalan. Tiga aspek tersebut harus terbangun sistem manajerial yang baik dan berkualitas yang berjalan beriringan,” jelasnya.

Menurut Anung, untuk mewujudkan koperasi yang tangguh, sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Untuk itu, di tengah pemulihan ekonomi pasca badai pandemi Covid-19 dan tantangan revolusi industri 4.0, koperasi harus inovatif dan adaptif serta mampu terus menjadi pilar perekonomian nasional untuk mewujudkan koperasi sebagai entitas bisnis yang sehat, tangguh, mandiri dan berdaya saing.

“Akselerasi dan lompatan inovatif harus dilakukan oleh koperasi dalam memberikan pelayanan yang baik kepada anggota dan intensifikasi usaha berbasis digital adalah keniscayaan,” terangnya.

Anung menerangkan semangat dan proses transformasi digital koperasi, tidak cukup go digital dengan pemanfaatan maksimal platform-platform digital semata, namun harus diiringi dengan proses upgrading quality pelaku SDM koperasi. “Koperasi harus meningkatkan branding organisasi dan usahanya untuk dapat benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri atau be digital,” tegasnya.

Untuk itu tambah Anung, koperasi harus benar-benar out off the box (keluar dari kebiasaan), adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan di tengah pandemi dan terus memperkuat daya saing di tengah persaingan global revolusi industri 4.0 sehingga akselerasi dan lompatan dapat teraih.

“Saya harap hari ini merupakan momentum bagi koperasi untuk dapat lompat lebih tinggi dan berakselerasi dengan cepat untuk menjadi agen percepatan mobilisasi transformasi digital koperasi di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)