Depan > Informasi Layak Anak > Sediakan Layanan Baca Buku Gratis dan Perpustakaan Keliling

Sediakan Layanan Baca Buku Gratis dan Perpustakaan Keliling

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan indeks kegemaran membaca masyarakat. Pasalnya selama ini, minat baca masyarakat tergolong masih sedang.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan menyediakan layanan baca buku gratis yang diberikan bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Kota Kraksaan. Sedikitnya ada 200 buku dengan 100 judul buku yang disiapkan bagi para pengunjung CFD yang singgah untuk bisa membaca buku secara gratis.

“Koleksi yang paling banyak adalah buku anak-anak. Sebab target sasaran kita adalah anak-anak. Dengan harapan bisa membudayakan gemar membaca sejak dini,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani.

Nuring menjelaskan layanan baca buku gratis ini merupakan program pengembangan pelayanan perpustakaan yang arahnya lebih mengenalkan perpustakaan daerah kepada masyarakat.

“Intinya supaya masyarakat tahu kalau ada perpustakaan daerah sehingga bisa datang ke perpustakaan daerah. Jadi arahnya lebih untuk mengenalkan perpustakaan daerah supaya lebih tertarik datang dalam rangka meningkatkan jumlah pengunjung,” jelasnya.

Lebih lanjut Nuring menegaskan dengan adanya layanan baca buku gratis ini nantinya masyarakat, khususnya anak-anak bisa bermain sambil membaca buku. “Nantinya koleksi bukunya akan kita tambah supaya anak-anak bisa lebih senang. Rencananya akan kita tambah dengan arena bermain seperti ular tangga raksasa,” tegasnya.

Selain layanan baca buku gratis terang Nuring, Dispersip juga memaksimalkan pelayanan perpustakaan keliling untuk melayani permintaan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan.

“Kita akan terus meningkatkan pelayanan perpustakaan keliling ke lembaga-lembaga pendidikan. Soalnya antusiasme masyarakat di lembaga sekolah cukup tinggi. Oleh karena itu, kalau bisa ditambah fasilitas sarana prasarananya. Selain itu, anggaran untuk fasilitas perpustakaan keliling karena selama ini masih minim sekali,” ujarnya.

Nuring mengungkapkan karena tingginya permintaan, terkadang masyarakat ingin Sabtu dibuka pelayanan perpustakaan keliling. Dari banyaknya permintaan tersebut, maksimal satu sekolah hanya bisa dikunjungi 2 kali dalam setahun.

“Layanan perpustakaan keliling ini bertujuan untuk meningkatkan kegemaran membaca ke lembaga. Sekaligus menjawab permintaan lembaga yang merupakan suatu kebutuhan. Sebenarnya minat baca masyarakat itu sangat tinggi sekali. Namun mengapa tingkat kegemaran membaca masyarakat berdasarkan hasil survey masih sedang,” tambahnya.

Melalui layanan baca buku gratis dan perpustakaan keliling ini Nuring mengharapkan paling tidak lebih meningkatkan indeks kegemaran membaca masyarakat. “Sekaligus mengenalkan perpustakaan dan meningkatkan literasi masyarakat. Disamping menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini,” pungkasnya. (wan)