Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Berikan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Olahan Pisang dan Singkong

DKUPP Berikan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Olahan Pisang dan Singkong

Reporter : Syamsul Akbar
LECES – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan ketrampilan pembuatan olahan pisang dan singkong di Warung Ibu Nasek dan Koffie Kecamatan Leces, Selasa dan Rabu (29-30/11/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang peserta dari wilayah Kecamatan Leces ini dibuka oleh Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo didampingi Bambang Lasmono selaku suami almarhumah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Wijayanti Kusuma Dewi, motivator Elfaurid Aguswantoro serta narasumber Wasilah selaku Owner UKM Barsah.

Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo Zulkarnain mengungkapkan pelatihan ketrampilan pembuatan olahan pisang dan singkong ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan motivasi masyarakat untuk terjun ke dunia wirausaha serta menumbuhkan wirausaha baru.

“Selain itu, memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengembangan tata kelola usaha, produksi dan pemasaran serta meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Bambang Lasmono, suami dari almarhumah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Wijayanti Kusuma Dewi menyampaikan pelatihan ketrampilan pembuatan olahan pisang dan singkong ini merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan bekal ketrampilan bagi masyarakat. Harapannya, ketrampilan ini nantinya bisa menjadi modal untuk menumbuhkan wirausaha baru.

“Mohon ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan serap informasi yang disampaikan oleh narasumber. Terapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan ketrampilannya agar benar-benar bisa menjadi seorang wirausaha baru di bidang olahan pisang dan singkong,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo mengatakan salah satu cara dalam pembangunan ekonomi ini dengan mengoptimalkan produk lokal. Produk lokal ini akan memberikan manfaat dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada dan mampu memberikan suatu pengetahuan tentang suatu bahan yang memeiliki nilai ekonomis lebih.

“Dengan adanya produk lokal, pisang dan singkong sebagai potensi yang mampu meningkatkan ekonomi, khususnya masyarakat Leces. Dengan potensi pisang dan singkong yang melimpah kami berharap masyarakat atau pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Leces bisa memanfaatkan pisang dan singkong menjadi produk unggulan di Kecamatan Leces,” katanya.

Juwono menerangkan salah satunya bisa dimanfaatkan sebagan pembuatan sale pisang dan manisan tape. “Kami mengharap semua peserta memanfaatkan fasilitas pelatihan ini secara maksimal dengan tujuan menggerakkan warga di wilayah Kecamatan Leces untuk berinovasi dalam membuat produk olahan pisang dan singkong,” harapnya.

Menurut Juwono, disamping membuat suatu produk lebih penting lagi harus memikirkan bagaimana cara dalam memasarkan produknya. “Kita harus pintar-pintar memilih dari segi mana kita memasarkan produk, baik melalui offline maupun online,” terangnya.

Dalam strategi pemasaran produk UKM terang Juwono, seorang pelaku usaha harus mengetahui keinginan dari konsumen sehingga bisa menghadirkan produk yang diinginkan oleh para konsumen. “Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi produk dengan cara melakukan inovasi demi mendapatkan produk terbaik,” pungkasnya. (wan)