Monday, March 4, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Gelar Bimtek Budidaya Udang Vanamei Sistem BUMI KRAKSAAN

Diskan Gelar Bimtek Budidaya Udang Vanamei Sistem BUMI KRAKSAAN

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) budidaya udang vanamei system BUMI KRAKSAAN (Budidaya Udang Vanamei Kolam Bundar menggunakan RAS di Media Air Laut Buatan) di ruang pertemuan UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar/Payau Desa Pabean Kecamatan Dringu, Selasa (29/8/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari kelompok dan pembudidaya ikan dari Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Desa Pajurangan dan Desa Pesisir Kecamatan Gending, Desa Kedungdalem dan Desa Pabean Kecamatan Dringu, Desa Gejugan, Penambangan dan Ketompen Kecamatan Pajarakan serta Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi persiapan air budidaya (pembuatan air laut buatan), penebaran benur dan pengelolaan kualitas air, RAS (Recirculating Aquaculture System) dan pengelolaan setelah blind feeding serta feeding program (pengelolaan pakan). Semua materi disampaikan oleh Tim Inovator BUMI KRAKSAAN.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Aziz mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang BUMI KRAKSAAN pada pembudidaya. “Serta melatih dan memberikan pemahaman pada kelompok pembudidaya tentang teknik budidaya udang vanamei system BUMI KRAKSAAN,” katanya.

Menurut Wahid, udang vanamei merupakan komoditas ekonomis penting yang menjadi primadona ekspor. Tahun 2022 produksi udang vanamei Kabupaten Probolinggo sebesar 11.569,86 ton, menyumbang 83,4% dari total produksi budidaya dengan nilai ekonomi sebesar 772,1 M.

“Potensi budidaya udang vanamei ini dapat menjadi pengungkit pendapatan pembudidaya kecil, namun peluang ini belum dapat dimanfaatkan dikarenakan usaha ini bersifat pada modal, biaya investasi besar, membutuhkan lahan luas, di sekitar pantai karena memerlukan air laut serta teknik budidaya yang tidak sederhana dan membutuhkan pengelolaan yang intensif,” jelasnya.

Wahid menjelaskan inovasi BUMI KRAKSAAN yang digagas oleh Diskan Kabupaten Probolinggo membuat system budidaya udang vanamei yang terjangkau, berskala rumah tangga, teknologi mudah, mengoptimalkan air laut buatan, dapat diterapkan dimana saja dan menghasilkan pendapatan yang memadai.

“Hasil budidaya system BUMI KRAKSAAN ini diperoleh produktifitas panen 5 kg/m3, lebih tinggi 2-3 kali lipat dibandingkan produktifitas panen di tambak, keuntungan sebesar 50% dari biaya operasional, lebih tinggi dibandingkan keuntungan pembudidaya ikan air tawar serta mampu menyerap tenaga kerja dan menjadi lapangan usaha baru di masyarakat,” tegasnya.

“Hal ini menjadikan BUMI KRAKSAAN sebagai peluang usaha yang prospektif untuk meningkatkan pendapaan masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan terbukti memberikan penghasilan yang memadai,” pungkasnya. (wan)