Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD, PNF di RM Masada Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Selasa dan Rabu (29-30/8/2023).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan workshop IN 2 peningkatan kompetensi bagi guru PNS TK yang diselenggarakan oleh Disikdaya. Model pembelajaran diawali dengan berbagi pengalaman baik dalam pelaksanaan tugas usai IN satu, orientasi hasil melaksanakan tugas dan choaching clinik di TK Negeri Pembina Dringu dan Sumberasih didampingi narasumber bersertifikat Herwanto (guru PNS TK Bayangkari Sumberasih).
Peserta sebanyak 80 orang terdiri dari guru PAUD Formal (guru PNS TK) sebanyak 69 orang, Guru Penggerak angkatan 4 dan 7 jenjang TK sebanyak 11 orang terbagi dalam 2 kelas yang masing-masing kelas sebanyak 40 peserta. Mereka dibimbing dengan 7 narasumber yang dipimpin oleh Suwanto.
Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo menyampaikan IN 2 ini merupakan rangkaian pembelajaran dan praktik trampil dalam menyusun RPP dan modul ajar sesuai dengan tugas Renca Tindak Lanjut dari para narasumber yang diberikan pada saat IN satu.
“Merancang pembelajaran PAUD, P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dan asesmen secara berkelompok dimulai dari kegiatan penyusunan RPP, membuat paparan dan refleksi. Disinilah saling beradu ide gagasan dan kreatifitas antar kelompok, tetapi bukan mencari benar salah, baik kurang baik, tapi kolaboratif dan saling melengkapi, saling belajar dan studi tiru,” ujarnya.
Massajo menjelaskan dalam kelas terbagi dalam 6-7 kelompok. Setiap kelompok diberi kekebasan dalam menentukan tema, tujuan, langkah-langkah dan asesmen, namun dapat merefleksikan ke dalam rubrik elaborasi pemahaman – merancang pembelajaran PAUD ke dalam tiga kolom utama meliputi identifikasi masalah kesimpulan tindak lanjut. Kegiatan berakhir dengan mengumpulkan bukti fisik hasil kerja kelompok.
“Sementara pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2023, kegiatan kelas dengan materi seputar P5, menguasan modul, menyusun 1 projek, didiskusikan per kelompok masing-masing dan dipresentasikan dengan alur,” jelasnya.
Menurut Massajo, hal ini bertujuan agar anak berani mencoba dan adaptif menghargai situasi baru serta bertahan mengerjakan tugas-tugas yang disepakati hingga tuntas. Anak mengenali identiras diri dan kebiasaan budaya di dalam keluarga. Anak dapat mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran atau perasaannya dalam bentuk karya.
“Arah kegiatan P5 meliputi dimensi elemen, sub elemen, capaian di akhir fase PAUD dan kegiatan terkait. Tahapan projek meliputi permulaan, pengembangan dan penyimpulan,” terangnya.
Dengan kegiatan workshop pada IN 2 ini Massajo mengharapkan mampu merealisasikan tujuan-tujuan yang diharapkan antara lain peserta mampu memahami, menyusun dokumen dan mengimplementasikan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Acuan Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar Kurikulum Merdeka di sekolah dan peserta mampu memahami dan menyusun asessmen diagnostik, formatif dan mengimplementasikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah.
“Selain itu, peserta mampu memanfaatkan perencanaan berbasis data, rapor pendidikan dalam menyusun program sekolah dan peserta mampu memahami dam menyusun dokumen dan mengimplementasikan Projek Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah. Disamping itu, Disdikdaya berharap para peserta secara belanjutan melaksanakan diseminasi pada kegiatan PKG dan Gugus PAUD kecamatan,” pungkasnya. (wan)
