SUKAPURA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo melalui UPT Pengujian Kendaraan Bermotor menggelar uji laik jalan kendaraan jeep wisata Bromo selama empat hari pada Senin (28/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan mengangkut wisatawan memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan.
Uji laik jalan jeep wisata Bromo ini dilaksanakan di Gerbang Wisata Sukapra (GWS) pada 28 dan 29 September 2-26 dan lahan parkir Jembatan Kaca Seruni Point Bromo pada 30 September dan 1 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Dishub melibatkan penguji kendaraan bermotor bersama sejumlah unsur terkait di antaranya TNBTS, paguyuban jeep, Satlantas Polres Probolinggo, Bapenda Disbenda, Dishub Provinsi Jawa Timur serta Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto melalui Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Sukito mengatakan, pemeriksaan menyasar seluruh pelaku usaha jeep wisata yang berada di kawasan Bromo, terutama yang beroperasi melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo.
“Uji laik jalan ini dilakukan dalam rangka kelayakan jeep wisata Bromo. Uji kelayakan ini meliputi sistem pengereman, lampu dan isyarat, emisi gas buang seperti komponen teknik lainnya seperti memeriksa kondisi ban, kemudi dan uji KIR/ramp check secara berkala,” katanya.

Menurut Sukito, uji laik jalan dilakukan karena jeep wisata merupakan kendaraan yang dikomersialkan untuk mengangkut penumpang, baik wisatawan domestik maupun internasional.
“Tujuan kita untuk memenuhi persyaratan teknik kendaraan jeep tersebut, karena jeep tersebut dikomersilkan dan membawa penumpang, baik itu penumpang domestik maupun internasional,” terangnya.
Sukito menerangkan Dishub Kabupaten Probolinggo sengaja melaksanakan pemeriksaan di kawasan Bromo untuk memudahkan para pelaku usaha. Dengan demikian, pemilik jeep tidak perlu membawa kendaraannya ke UPT Pengujian Kendaraan Bermotor di Kraksaan untuk menjalani pemeriksaan.
“Jadi kita Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo berinisiatif untuk menguji kelayakan kendaraan tersebut, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan,” terangnya.
Dari pemeriksaan tersebut terang Sukito, petugas masih menemukan sejumlah jeep yang belum dikategorikan laik jalan. Di antaranya kendaraan yang masih menggunakan sistem 4×2 serta kendaraan dengan ukuran ban terlalu lebar sehingga berpotensi memakan badan jalan. “Kita ketahui bersama bahwa jalan menuju ke Kawasan Bromo itu kurang begitu lebar. Jadi, kita mengarahkan terutama ban yang keluar dari bodi dan lain-lain,” tegasnya.

Atas temuan tersebut jelas Sukito, petugas memberikan rekomendasi agar kendaraan dikembalikan sesuai spesifikasi pabrik, terutama terkait ukuran lebar dan ketinggian ban. “Rekomendasi yang diberikan dari kami untuk merubah aslinya kendaraan tersebut sesuai spek pabrik, terutama di lebar ban dan ketinggian ban,” tuturnya.
Sukito menegaskan bahwa pelaksanaan uji laik jalan jeep di kawasan Bromo mendapat respons positif dari para pelaku usaha jeep. “Mereka mengapresiasi langkah Dishub yang mendatangi kawasan operasional sehingga pemilik kendaraan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membawa jeep ke Kraksaan,” lanjutnya.
Ia juga menghimbau pemilik jeep yang belum mengikuti pemeriksaan maupun kendaraan yang belum dinyatakan lulus agar segera melakukan pengujian kembali sesuai ketentuan yang berlaku.
“Himbauan dari kami untuk yang masih belum melaksanakan, kita akan melaksanakan ulang. Yang belum sempat melaksanakan atau yang belum lulus, kita minta segera untuk mengujikan kendaraannya sesuai dengan Perbup Nomor 15 Tahun 2017,” urainya.
Sukito menambahkan pemeriksaan kelayakan kendaraan tersebut harus dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali. Hal ini penting untuk memastikan kondisi kendaraan tetap memenuhi persyaratan keselamatan, mengingat jeep wisata beroperasi di medan menuju Bromo.

“Dampak fatal apabila kendaraan tidak lulus laik jalan di antaranya gagalnya sistem rem, ketika tidak diujikan mungkin sistem remnya mengalami kegagalan. Terus kondisi fisik jeep sendiri, terutama bagian kaki-kaki karena medan yang sangat ekstrem,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Sukito berharap kendaraan jeep wisata yang beroperasi di kawasan Bromo semakin memenuhi standar keselamatan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Harapan kami dengan adanya jeep yang sudah laik jalan, Bromo semakin ramai dan semakin dipercaya oleh masyarakat dengan keamanan dan kenyamanan dari segi kendaraan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
