Monday, September 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Santuni Lansia dan Anak Yatim Piatu Terdampak COVID-19

Santuni Lansia dan Anak Yatim Piatu Terdampak COVID-19

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Puncak rangkaian kegiatan selamatan Desa Asembagus 2020 ditutup dengan pengajian umum dan Haul Mbah Sayyid Syawal beserta para sesepuh desa lainnya, Jum’at (9/10/2020) malam di halaman kantor Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan selamatan desa tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keselamatan dan keberkahan yang telah dirasakan masyarakat Desa Asembagus selama ini. Selamatan desa juga menjadi momentum bagi warga masyarakat untuk berdoa bersama dan mendoakan seluruh pendahulu dan sesepuh desanya.

Agenda rutin tersebut dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Saat itu ia juga berkesempatan menyerahkan santunan secara simbolis bagi segenap lansia dan anak yatim piatu Desa Asembagus yang notabene terdampak pandemi COVID-19.

Dalam tausiahnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini mengatakan bahwa pandemi virus Corona yang belum ditemukan obatnya ini merupakan ujian dari Allah SWT bagi seluruh umat manusia. Berkaca kepada sejarah di Indonesia, Hasan Aminuddin mengemukakan bahwa wabah penyakit seperti ini juga pernah melanda tanah air.

“Dulu Indonesia pernah terserang wabah Malaria dan saat itu belum ditemukan pil Kina. Menyikapi ujian dari Allah ini kita harus sabar dan ikhlas, dengan tetap berikhtiar fisik dan batin. Ikhtiar fisik melalui penerapan disiplin protokol kesehatan dan ikhtiar batin dengan memperbanyak doa serta bertawakkal,” ungkap Hasan Aminuddin.

Pengasuh Pondok Pesantren Hati ini juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu takut menghadapi pandemi COVID-19 ini, namun juga jangan terlalu menyepelekan sehingga abai dengan protokol kesehatan yang merupakan penangkal efektif virus corona. Ia berpesan agar jangan terlalu resah dan menjadi beban pikiran, yang nantinya malah akan mengundang penyakit, tetap aktivitas seperti biasa namun dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.

“Yang paling utama adalah jaga imunitas dan kesehatan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan bervitamin tinggi, perbanyak olahraga dan doa. Jika sampai terinfeksi, harus tetap jaga semangat dan mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Karantina sangat perlu dilakukan untuk menghindari keramaian agar tidak menulari yang lain,” paparnya.

Lebih lanjut suami Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE ini juga memberikan pemahaman kenapa sampai saat ini lembaga sekolah belum beroperasi? Hasan Aminuddin mengatakan anak-anak usia sekolah tidak akan mampu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Oleh karenanya kata ia, Pemerintah tidak akan mengambil resiko dalam rangka mempertahankan kesehatan anak-anak sekolah.

“Menurut prediksi para pakar, ujian pandemi ini bisa berlangsung sampai 3 tahun ke depan. Oleh sebab itu tekunlah dalam bekerja dan mulailah untuk berhemat agar kita semua mampu bertahan dan mampu memenuhi kebutuhan hidup. Jika ada rejeki lebih, belanjakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan bernilai investasi,” pungkasnya. (dra)