KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun pelajaran 2026/2027 di ruang Ki Hajar Dewantara Kantor Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah dari 74 SMP Negeri se-Kabupaten Probolinggo. Rakor tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan Surat Keputusan (SK) penetapan SPMB sekaligus memastikan kesiapan seluruh satuan pendidikan dalam melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru secara tertib dan sesuai regulasi.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pelaksanaan SPMB harus mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, kepala sekolah diminta mematuhi aturan serta menyesuaikan kebijakan dengan kondisi wilayah masing-masing.
“SPMB harus dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku. Kami berharap seluruh sekolah dapat menjalankan proses ini dengan baik sehingga setiap satuan pendidikan memperoleh siswa sesuai pagu yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut dijelaskan terdapat beberapa jalur penerimaan yang dapat digunakan, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi serta mutasi orang tua. Masing-masing jalur memiliki porsi tersendiri yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah sesuai kebijakan yang berlaku.
Jalur domisili menjadi prioritas utama dalam SPMB tahun ini. Oleh karena itu, penentuan wilayah harus dilakukan secara cermat dan disepakati bersama agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Disdikdaya juga menekankan pentingnya integritas dalam proses seleksi agar tidak terjadi kecurangan.
“Kami menekankan pentingnya kejujuran, toleransi dan komitmen bersama untuk tidak melakukan pelanggaran, khususnya pada jalur domisili. Semua sekolah harus berpegang pada kesepakatan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati menyampaikan pihaknya telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) secara lengkap sebagai acuan pelaksanaan SPMB.
Menurutnya, berbagai potensi kendala yang sering muncul dalam proses penerimaan siswa baru juga telah diantisipasi melalui sosialisasi dan fasilitasi yang dilakukan kepada sekolah-sekolah.
“Kami sudah menyiapkan juknis dan melakukan sosialisasi secara menyeluruh. Pertanyaan maupun kendala yang sering muncul juga sudah kami fasilitasi. Harapannya, pelaksanaan SPMB tahun ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” jelasnya.
Melalui rakor ini Like berharap seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman yang sama terkait tugas, tanggung jawab serta peran masing-masing dalam menyukseskan SPMB 2026/2027.
“Koordinasi yang kuat antar sekolah juga diharapkan mampu mencegah terjadinya polemik di lapangan. Sekaligus memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, adil dan akuntabel,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
